17 September 2020, 17:10 WIB

Protokol Kesehatan Mutlak dalam Pelaksanaan Ajang Olahraga


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan penerapan protokol kesehatan menjadi hal mutlak yang harus diterapkan dalam pelaksanaan kompetisi maupun ajang olahraga di tengah pandemi covid-19.

"Protokol kesehatan adalah hal mutlak yang harus kita perhatikan. Tidak boleh ada tawar-menawar dengan ketentuan protokol kesehatan," kata Doni di sela penandatanganan nota kesepahaman Penyelenggaraan Olahraga Aman Covid-19 yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9).

Apa yang ditegaskan Doni sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07-MENKES-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Covid-19, yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan pada 19 Juni 2020.

"Protokol kesehatan dapat dijadikan acuan untuk mencegah klaster baru selama beraktivitas di tempat dan fasilitas umum termasuk kegiatan olahraga," imbuhnya.

Sesuai dengan KMK, Doni meminta agar setiap penyelenggara ajang olahraga wajib berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, Dinas Kesehatan dan Dinas/Lembaga lainnya di daerah, baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi.

Mengacu pada aturan protokol kesehatan, Doni juga menjelaskan implementasi daripada pertandingan dua cabang olahraga, yakni sepak bola dan basket tidak boleh ada penonton.

Baca juga:  Menpora Mulai Revisi Sistem Tata Kelola Pembinaan Olahraga

Oleh sebab itu, Doni meminta hal tersebut menjadi perhatian bersama antara penyelenggara, atlet maupun para penonton dan suporter.

"Perlu dipastikan untuk seluruh kompetisi sepak bola dan bola basket akan dilaksanakan tanpa penonton. Mohon ini menjadi atensi bagi para penyelenggara untuk betul-betul mentaati konsensus yang telah dilakukan," jelas Doni.

Doni juga meminta agar seluruh personel dan pemain harus melalui pemeriksaan kesehatan swab tes/tes PCR dan dilakukan secara berkala, untuk memastikan penyelenggaraan berjalan dengan aman.

Dalam hal ini, kesehatan dari para penyelenggara maupun pemain atau atlet tetap menjadi prioritas yang utama.

"Pertandingan olahraga sangat penting, tetapi kesehatan seluruhnya baik itu pemain maupun penyelenggaranya juga harus menjadi prioritas kita," terang Doni.

Pun penyelenggara harus dapat memastikan para personel dan pemain atau atlet benar-benar sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Sebagaimana yang diketahui, penyakit komorbid berpotensi membuat penderitanya semakin parah apabila terjangkit covid-19 hingga berujung kematian. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sebanyak 92% kasus kematian Covid-19 dipicu karena adanya faktor komorbiditas dari para penderitanya.

"Ini penting dipedomani dan ditaati, karena 85-92% angka kematian yang terjadi di Indonesia adalah saudara kita yang memiliki komorbid," tuturnya.

Dia menekankan apabila salah satu atlet atau personel penyelenggara ajang olahraga memiliki komorbid, maka diharapkan tidak mengikuti penyelenggaraan.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga meminta agar penyelenggaraan kompetisi olahraga dapat memperhatikan zonasi covid-19 pada tiap-tiap daerah.

"Manakala ada perkembangan tentang zonasi daerah, tentu kita harus memperhitungkan aspek-aspek keamanan yang lebih diperlukan," ungkapnya.

"Artinya kalau suatu daerah zonasinya meningkat ancaman covid-19-nya, maka harus ada langkah-langkah untuk evaluasi untuk bisa dilakukan relokasi tempat pertandingan," pungkas Doni.

Penandatanganan nota kesepahaman Penyelenggaraan Olahraga Aman Covid-19 dilakukan antara BNPB dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berisi komitmen tentang penanggulangan bencana pada bidang kepemudaan dan keolahragaan.

Selanjutnya ada tiga nota kesepahaman lain yang juga disepakati, yakni antara BNPB dengan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), BNPB dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan perjanjian kerja sama antara Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB dengan PT Bola Basket Indonesia.(OL-5)

BERITA TERKAIT