17 September 2020, 15:30 WIB

Pasien Klaster Rumah Makan Kota Semarang Bertambah


Akhmad Safuan | Nusantara

WARGA terpapar covid-19 yang masuk dalam klaster rumah makan di Kota Semarang bertambah. Sebelumnya, jumlah warga terkonfirmasi sebanyak 18 orang, kini menjadi 22 orang.

Kasus covid-19 di Kota Semarang masih menjadi perhatian serius karena muncul berbagai permasalahan dalam penanganan covid-19, mulai dari jumlah kasus yang terus fluktuatif hingga kemunculan kaster baru.

Permasalahan klaster rumah makan dengan menu khas kepala ikan manyung yang baru muncul di Kota Semarang, juga masih menyimpan bom waktu.

"Iya jumlah pasien dari kaster ini naik dari sebelumnya 18 menjadi 22 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Klaster rumah makan yang baru muncul ini, lanjut Abdul Hakam, selain menambah jumlah kasus positif, berdasarkan hasil tracking dari 36 orang yang dites, sebanyak 19 orang masih menjalani karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang, tiga orang dirawat di rumah sakit dengan satu di antaranya meninggal dan satu lainnya sedang melahirkan.

Baca juga: Muncul Klaster Baru Covid-19 di Kota Semarang

Secara umum data covid-19 Kota Semarang menurun dari sebelumnya yakni 514 orang dirawat dan 707 meninggal menjadi 489 orang dirawat dan 718 orang meninggal.

"Kalau klaster di Kota Semarang ada 40 yang ditemukan, beberapa diantaranya aktif," imbuhnya.

Persoalan yang muncul saat ini, ditemukan juga beberapa pasien yang sudah sembuh kembali tertular covid-19 (reinfeksi). Meskipun jumlahnya tidak banyak tetap akan mendapat perhatian serius.

Ia mengatakan seorang pasien covid-19 yang sudah sembuh bisa terpapar lagi lantaran terkena strain virus yang berbeda atau terjangkit lagi akibat viral load virus di dalam tubuh yang melebihi kekebalan tubuh. Hal ini masih diteliti di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta.(OL-5)

BERITA TERKAIT