17 September 2020, 12:06 WIB

Fraksi PKS DPR Kritik Materi Kesadaran Seks dalam PKKMB UI


Indriyani Astuti | Humaniora

PIMPINAN Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI Al Muzammil Yusuf meminta Komisi IX mengundang rektor Universitas Indonesia (UI). Tujuannya, mengklarifikasi materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UI yang ia anggap mendukung seks bebas.

Menurutnya, mengajarkan kesadaran (consent) seks sebagai upaya menekan kekerasan seksual di perguruan tinggi dianggap bertentangan dengan nilai agama dan budaya Indonesia.

"Nilai kultural dan kemajemukan kita jauh dari seks bebas seperti di barat. Sekali lagi, rektorat UI harus memperjelas ini, salah satu (materi) pakta integritas dicabut atau tidak. Hal-hal ini perlu diklarifikasi oleh Komisi X DPR RI," ujar Al Muzammil lewat akun Instagram yang diunggah, Senin (14/9).

Baca juga: Materi Kekerasan Seksual untuk Edukasi Mahasiswa

Ia menuturkan seks dengan persetujuan, yang dianggap tanpa kekerasan tidak patut diajarkan pada mahasiswa.

Mengutip Undang-Undang No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pasal 36, ujarnya, dinyatakan kurikulum disusun berdasarkan jenjang pendidikan dalam kerangka kesatuan NKRI dengan memperhatikan peningkatan imam dan taqwa, akhlak mulia, potensi kecerdasan, dan minat peserta didik.

Pakta integritas yang ditandatangani mahasiswa UI tahun ajaran 2020 telah diralat oleh rektorat UI. Adapun hal-hal yang diralat yakni poin 10 dan 11 tentang larangan politik praktis dan berorganisasi.

Dicabutnya poin tersebut dianggap tidak sesuai dengan hak asasi manusia dan mengekang potensi mahasiswa di luar akademik. Poin lain yang menuai kontroversi terkait pendidikan kesadaran seks. (OL-1)

BERITA TERKAIT