17 September 2020, 11:55 WIB

Gunakan Helikopter Bantu Korban Banjir di Daerah Terisolir


Surya Sriyanti | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah  menggunakan tiga helikopter jenis kamov untuk mendistribusikan bantuan sembako untuk korban banjir yang berada di 
daerah terisolir.

"Hari ini kita minta menyalurkan bantuan sembako untuk korban banjir melalui udara  untuk daerah yang  terisolasi akibat banjir," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat melepas bantuan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kamis (17/9).

Menurut Sugianto Sabran, berapa pun kebutuhan masyarakat yang terkena banjir, Pemprov Kalteng akan berusaha memberikan bantuan seperti saat ini menggunakan helikopter yang seharusnya untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan tapi dipinjam dulu untuk menyalurkan sembako di daerah yang sukar untuk dijangkau melalui sungai dan darat.

Sementara itu menurut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng Darliansjah mengatakan bantuan yang diberikan melalui udara berjumlah 1.941 paket untuk 1.941 Kepala Keluarga (KK)  di tiga kabupaten yang daerahnya terisolasi. Yakni Kabupaten Katingan, Kapuas dan Murung Raya.

"Untuk pendistribusian 1.941 paket sembako bagi warga yang terisolasi itu butuh waktu dua hari (17-18 September). Itu pun harus berulang kali dan menggunakan tiga  helikopter kamov," jelasnya.

Diungkapkan Darliansjah, tiga kabupaten yang terisolasi yakni di Kabupaten Katingan berada di Kecamatan Katingan Hulu jumlah warga yang terdampak 175 KK, Marikit 76 KK, Sanaman Mantikei 1.138 KK. Kemudian Kabupaten Kapuas di Kecamatan Mandau Talawang ada 557 KK, Kabupaten Murung Raya di Kecamatan Permata Intan ada 15 KK.

"Dan saat ini banjir masih menggenangi 7 kabupaten seperti Kabupaten Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya dan Kapuas.Dan saat ini penyaluran bantuan sudah dilakukan sebanyak 20 ribu secara bertahap," jelas dia.

baca juga: Pemko Banjarmasin Hapus Aturan Pemakaian Air Minimal 10 Kubik

Saat ini di daerah hulu  seperti Kabupaten Murung Raya sudah mulai surut maka pihaknya memberikan peringatan untuk daerah hilir agar waspada banjir. 

"Karena Kalteng berbeda dengan daerah lain. Kalau di hulu banjirnya surut maka hilir yang akan dilanda banjir. Jadi airnya turun ke hilir dan biasanya warga sudah siap, terang Darlianasjah. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT