17 September 2020, 08:46 WIB

Polisi Sudah Tetapkan 138 Tersangka Karhutla


Cindy Ang | Humaniora

POLRI menetapkan 138 tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Sebanyak 136 tersangka merupakan pelaku perorangan dan dua korporasi.

"Jumlah laporan polisi yang diterima sebanyak 128 laporan," kata KaroPenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Awi menyebut empat kasus masih tahap penyelidikan dan 60 kasus masuk proses penyidikan. Sementara 64 kasus telah dilimpahkan, dengan rincian P21 atau lengkap sebanyak dua kasus dan masuk tahap dua sebanyak 62 kasus.

"Total area hutan dan ladang yang terbakar seluas 532,34 hektare," ucap Awi.

Baca juga: Tiga Kekuatan Indonesia Membangun Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Menurut dia, ada 11 satuan wilayah yang menangani hukum karhutla antara lain Polda Riau menangani 56 laporan polisi dengan rincian pelaku perorangan 54 orang dan dua korporasi. Luas area yang terbakar sebanyak 348,4475 hektare.

"Tahap satu ada satu kasus perorangan dan satu kasus korporasi. Sebanyak 49 kasus dalam tahap dua, kemudian proses sidik ada empat kasus perorangan dan satu korporasi," ujar Awi.

Kedua, Polda Sumatra Selatan menangani 22 laporan polisi dengan rincian sebanyak 24 orang tersangka dan luas area terbakar 34,252 hektare. Dari laporan itu, sebanyak 15 kasus masih proses penyidikan, tahap satu ada lima kasus serta tahap dua sebanyak dua kasus.

Ketiga, Polda Kalimantan Tengah menangani 12 laporan polisi dengan rincian 12 orang tersangka serta luas area yang terbakar sebesar 14,6405 hektare.

"Tahap satu ada empat kasus, kemudian proses sidik ada tiga kasus perorangan dan lidik satu kasus, sebanyak empat kasus dalam tahap dua," beber Awi.

Keempat, Polda Jambi menangani dua laporan polisi dengan tersangka sebanyak 14 orang dan luas lahan terbakar 14,6 hektare. Laporan masuk tahap satu sebanyak enam kasus, tahap dua tiga kasus, proses sidik ada dua kasus serta P19 atau belum lengkap satu kasus.

"Kelima, Polda Kalimantan Barat sebanyak 11 laporan polisi dengan rincian luas area yang terbakar 13,4 hektare. Sebanyak 12 orang sebagai tersangka, 11 tersangka menjalani proses sidik," papar Awi.

Keenam, Polda Sumatra Utara menangani enam laporan polisi, dengan luas area yang terbakar 39,5 hektare dan empat orang tersangka perorangan. Sebanyak dua kasus masih dalam penyelidikan dan empat kasus masuk proses penyidikan.

Ketujuh, Polda Kalimantan Tenggara menangani empat laporan polisi dengan empat orang tersangka dan luas area yang terbakar sebesar 18 hektare. Satu kasus P19 atau belum lengkap, satu kasus p21 atau lengkap dan dua kasus masuk tahap dua.

Kedelapan, Polda Kepulauan Bangka Belitung menangani sebanyak dua laporan polisi, rincianya dua orang ditetapkan sebagai tersangka dengan luas area terbakar 5,5 hektare. Kemudian p21 sebanyak satu kasus dan tahap dua sebanyak satu kasus.

"Yang kesembilan ditangani Polda Aceh, sebanyak satu laporan polisi, dengan rincian luas area terbakar 28 hektare dan pelaku dalam tahap sidik," ucap Awi.

Kesepuluh, Polda Kalimantan Timur sebanyak satu laporan polisi dengan luas area terbakar 11 hektare serta satu pelaku perorangan dalam proses tahap dua.

Terakhir, Polda Jawa Timur sebanyak satu laporan polisi masih proses penyelidikan dengan luas area terbakar sebesar lima hektare. (OL-1)

BERITA TERKAIT