17 September 2020, 03:55 WIB

Kunto Aji Menyuarakan Kata Hati


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MUSIKUS Kunto Aji, 33, mengunggah ungkapan mengenai albumnya, Mantra Mantra, yang telah berumur dua tahun di akun Instagram-nya. 

‘Selamat ulang tahun Mantra Mantra, terima kasih sudah lahir lewat saya, dan terima kasih untuk kalian semua atas energinya, kapan pun kalian butuh album ini, dia ada dan siap menemani’, tulis Kunto, kemarin.

Album Mantra Mantra yang dirilis pada 14 September 2018 berhasil menelurkan sejumlah hit seperti Pilu Membiru, Rehat, dan Konon Katanya.  Ia juga mengunggah cuplikan video ketika konser album tersebut. 

“Dua tahun umur album ini, saya tidak meminta kalian dengerin terus. Tapi saya minta kalian ingat kapan pun kalian butuh. Album ini siap menemani kalian, dia akan selalu ada,” terang Kunto di akun medsosnya.

Dalam jumpa pers virtual Joox Ngobrolin #KataHati, kemarin, Kunto mengaku pada awalnya tidak memiliki keberanian untuk merilis album Mantra Mantra yang merupakan album keduanya.  Ia mengatakan album itu mengangkat tema yang cukup berat untuk dibahas, yaitu mengenai kontemplasi dalam kehidupannya dan kesehatan mental yang jarang diangkat.

“Tadinya saya belum punya keberanian untuk keluarkan ini. Selain temanya berat, untuk bisa menulis hal yang relatable mengenai diri saya sendiri itu sangat sulit,” kata Kunto. 

Ia menambahkan, “Album Mantra Mantra banyak kontemplasi momen saya berpikir tentang kehidupan, tentang masalah hidup, kenapa kita dilahirkan segala macam.”

Meski awalnya mengaku tak berani, ia akhirnya menemukan formula yang tepat dalam menuangkan idenya tersebut ke media musik.

“Akhirnya setelah belajar tentang mindfulness, belajar kata hati, memelihara kesehatan diri sendiri, jadi tahu kalau musik ini jadi katarsis,” imbuh pelantun Terlalu Lama Sendiri tersebut.


Suara hati

Kunto menambahkan, baginya musik tak seba as lantunan nada, tetapi juga dapat menyuarakan kata hati. 

Sebagai musikus, ia mengaku selalu berusaha menciptakan karyakarya yang dapat menggugah tak hanya dirinya, tapi juga yang mendengarkan musiknya.

“Saya sendiri percaya musik itu bisa menjadi katarsis. Makanya saya sebagai penulis mencoba untuk menciptakan lirik-lirik yang pada akhirnya menggugah pendengar saya berpikir untuk memikirkan tentang hidupnya, mencari jawaban atas apa yang dia rasakan,” kata dia.

Tak hanya itu, Kunto juga percaya bahwa musik memiliki dimensi yang jauh lebih luas yang dapat memengaruhi pendengarnya. Inilah yang dia coba lakukan melalui album Mantra Mantra. 

Album tersebut begitu personal bagi Kunto karena berisikan kontemplasi terhadap permasalahan dalam kehidupan yang dirasakan banyak orang. Album itu juga menjadi selfhealing dengan memasukkan frekuensi bunyi tertentu yang bisa direspons tubuh.

“Dimensi musik itu sangat luas, bukan hanya aransemen. Dari zaman purba aransemen musik dipercaya bahwa frekuensi itu bisa bantu tubuh kita untuk lebih relaks. Musik itu bisa punya pengaruh,” ujar Kunto.

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu menambahkan, “Menurut saya, musik dengan perannya untuk menenangkan bisa
membuat kita berpikir lebih jernih dan menemukan kata hati.” (Ant/H-3)

 

BERITA TERKAIT