17 September 2020, 01:55 WIB

Suga Harus Segera Atasi Masalah Ekonomi


MI | Internasional

PARLEMEN Jepang kemarin telah memilih Yoshihide Suga sebagai perdana menteri terbaru. 

Mantan sekretaris kabinet itu diharapkan untuk tetap berpegang pada kebijakan yang diperjuangkan oleh PM sebelumnya, Shinzo Abe, selama masa jabatannya.

“Menurut hasil penghitungan suara, majelis telah memutuskan untuk menunjuk Yoshihide Suga sebagai perdana menteri,” kata ketua majelis rendah Tadamori Oshima.

Suga, 71, meraih kemenangan mudah dengan memperoleh 314 suara dari 462 surat suara sah dalam pemungutan suara di Majelis Rendah Parlemen. Partai Demokrat Liberal sebagai partai berkuasa memegang mayoritas komando dengan mitra koalisinya.

Suga membungkuk saat anggota parlemen bertepuk tangan setelah pengumuman itu. Dia mengatakan bakal memprioritaskan pengendalian kasus covid-19, mendorong perekonomian, sekaligus berjanji untuk melanjutkan program kebijakan utama Abe.

Dia diperkirakan akan mengumumkan kabinetnya pekan ini. Media lokal memprediksi bahwa Suga akan mempertahankan sejumlah menteri dari pemerintahan Abe. Di antara mereka yang disebut akan tetap dipertahankan di posisi ialah para tokoh penting, seperti Menteri Keuangan Taro Aso,
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, Menteri Olimpiade Seiko Hashimoto, dan Menteri Lingkungan Shinjiro Koizumi.

Adik laki-laki Abe, Nobuo Kishi, disebut akan diangkat sebagai menteri pertahanan, sementara menteri pertahanan saat ini, Taro Kono, akan bertanggung jawab atas reformasi administrasi.

Yasutoshi Nishimura kemungkinan akan diangkat kembali sebagai menteri ekonomi. Hiroshi Kajiyama, putra seorang politikus yang dianggap mentor Suga, juga disebut akan mempertahankan jabatannya, yaitu menteri perdagangan.

Katsunobu Kato, menteri kesehatan yang menjadi wajah respons Jepang terhadap covid-19 pada hari-hari awal pandemi, diprediksi akan mengambil alih jabatan sekretaris kabinet utama dari Suga. Muncul juga spekulasi bahwa Suga akan membubarkan Majelis Rendah Parlemen dan kemudian melaksanakan pemilu yang dipercepat. (AFP/Ant/Van/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT