17 September 2020, 01:35 WIB

Kemenangan Politik Trump di Timur Tengah


MI | Internasional

UNI Emirat Arab dan Bahrain kemarin menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Keduanya menjadi negara Arab terbaru yang mendobrak tabu lama dalam penataan kembali hubungan strategis negara-negara Timur Tengah terhadap Israel. Presiden AS Donald Trump menjadi tuan rumah dalam upacara yang berlangsung di Gedung Putih. 

Di depan ratusan orang, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani surat perjanjian dengan Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Luar  Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani.

“Kami di sini untuk mengubah arah sejarah, langkah besar yang orang-orang dari semua agama dan latar belakang akan hidup bersama dalam perdamaian dan kemakmuran. (Tiga negara) akan bekerja sama, mereka ialah teman,” kata Trump.

“Setidaknya lima atau enam negara lain akan menjalin kesepakatan dengan Israel,” tambahnya. Namun, Trump tidak menyebutkan nama negara-negara tersebut.

Ketiga pemimpin Timur Tengah itumemuji perjanjian dan peran Trump. Perjanjian itu juga menandai kemenangan diplomatik bagi Trump yang masih harus menyelesaikan masalah program nuklir Korea Utara.

Kesepakatan itu dinilai juga dapat membantu memperbesar dukungan di antara pemilih evangelis Kristen pro-Israel di Amerika Serikat yang menjadi bagian penting dari basis politik Trump.

Meski dikecam Palestina, kesepakatan itu menjadikan Bahrain dan UEA sebagai negara Arab ketiga dan keempat yang mengambil langkah-langkah untuk menormalkan hubungan sejak Israel menandatangani perjanjian damai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Di sisi lain, pemerintah UEA dan Bahrain tetap berusaha meyakinkan orang-orang Palestina bahwa mereka tidak meninggalkan Palestina dalam upaya membentuk negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sebagai tanda perselisihan regional terus berlanjut selama konfl ik Israel-Palestina masih belum selesai, militan Palestina kemarin menembakkan roket dari Gaza ke Israel selama upacara berlangsung di Gedung Putih.

Layanan ambulans Magen David Adom Israel mengatakan dua pria mengalami luka ringan akibat serangan di Ashdod itu dan empat lainnya mengalami syok. (AFP/Van/X-11)


 

BERITA TERKAIT