17 September 2020, 00:02 WIB

Mahasiswa Baru UKI Diingatkan soal Internalisasi Nilai Pancasila


Thomas Harming Suwarta | Humaniora

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengingatkan mahasiswa baru Universitas Kristen Indonesia (UKI) TAhun Ajaran 2020/2021 untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, baik dalam proses belajar mengajar di kampus maupun di tengah-tengah masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Yasona saat memberikan pembekalan bagi mahasiswa baru UKI dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) T.A. 2020/2021 secara daring, sebagaimana dikutip dari keterangan pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Rabu 916/9). PKKMB online dilakukan selama dua hari, tanggal 14 -15 September 2020, dengan mengusung tema Creativity and Excellence.

Yasonna menegaskan, perguruan tinggi harus melembagakan nilai-nilai Pancasila ke seluruh sivitas akademika. Hal ini penting kata dia untuk membentuk mental karakter sivitas akademika yang memiliki fondasi nilai Pancasila dan dengan itu diharapkan dapat mengantisipasi dampak negatif perkembangan cepat teknologi dan dunia maya di era disruptif seperti sekarang.

“Mahasiswa harus dapat menerapkan dan menjalankan Pancasila sebagai pedoman hidup di dalam masyarakat dan di dalam kehidupan akademiknya. Mahasiswa harus menempa dirinya secara terus- menerus agar menjadi kader bangsa yang memiliki jati diri, “ ujarnya.

Dia menambahkan, Indonesia Hebat bisa diwujudkan melalui pilihan dan desain politik hukum nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD RI tahun 1945. Membangun Indonesia yang hebat juga dilakukan melalui politik hukum nasional memerlukan strategi dan kemampuan dari seluruh komponen anak bangsa.

“Dibutuhkan peran serta masyarakat khususnya sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas peraturan perundang-undangan. Perguruan Tinggi diharapkan berperan dalam melakukan kajian riset terhadap pelaksanaan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam peraturan perundang-undangan sehingga politik hukum nasional tetap pada koridor visi Indonesia Hebat sebagai tujuan konstitusional,” ungkapnya.

Baca juga : BEM UI Tolak ada Pakta Integritas untuk Mahasiswa Baru UI

Pada kesempatan yang sama, Rektor UKI Dhaniswara K. Harjono yang menyematkan jaket almamater secara virtual kepada mahasiswa baru, menambahkan agar para mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik mungkin.

“Selamat atas pilihan Saudara terhadap Universitas Kristen Indonesia yang merupakan perguruan tinggi Kristen tertua di Indonesia. Program Pengenalan Kehidupan Kampus secara virtual ini menandakan UKI siap menghadapi perubahan situasi dan sesuai arahan Dikti dan Kemendikbud. Alumni UKI telah berkiprah di berbagai bidang dengan prestasi yang sangat membanggakan. Gunakan kesempatan belajar semaksimal mungkin agar kelak setelah lulus, Saudara dapat meraih keberhasilan dan mengabdi kepada nusa dan bangsa,” katanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, yang ikut menyampaikan pesan secara virtual mengatakan, saat ini bangsa Indonesia masih berjuang menghadapi pandemi Covid 19. Metode pembelajaran berbasis teknologi termasuk pembelajaran secara daring menjadi suatu hal yang harus diadaptasikan dan dikembangkan, seiring dengan dinamika adaptasi kurikulum yang dilakukan perguruan tinggi.

“Kondisi ini memicu kreativitas dan inovasi semua pihak. Dan tentu saja menguatkan implementasi adaptasi kebiasaan baru, “ ujar Nadiem.

Dia mengingatkan bahwa paradigma pendidikan adalah pada kemerdekaan dan kemandirian pelaku pelajar untuk mendapat nilai dan tujuan hidup sebagaimana manusia seutuhnya dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa. Perguruan Tinggi didorong lebih adaptif dalam transformasi kurikulum sesuai kebutuhan nasional dan global dan disesuaikan karakteristik mahasiswa Indonesia. (OL-7)

BERITA TERKAIT