17 September 2020, 03:15 WIB

Matahari Masuki Siklus Baru, Apa yang akan Terjadi?


Abdillah Marzuqi | Weekend

Badan antariksa AS, NASA, mengungkapkan Matahari telah memasuki siklus baru yang dinamakan Solar Cycle 25.

Fenomena itu menandakan akan ada peningkatan cuaca di antariksa yang bisa berdampak pada teknologi di Bumi serta astronot di luar angkasa.

Aktivitas Matahari begerak dalam siklus 11 tahun. Ketika itu, bintang bergerak teratur dari diam ke aktif, lalu kembali diam. Periode aktivitas tersebut dikenal sebagai cuaca matahari. Meskipun aktivitas itu telah lama diamati, banyak proses dan efek yang masih misterius.

Perubahan cuaca Matahari punya dampak luas. Salah satunya, astronot yang tidak dilindungi medan magnet Bumi dapat terkena radiasi berbahaya. Selain itu, juga dapat menyebabkan masalah signifikan bagi teknologi komunikasi radio di Bumi.

Para ahli menilai penemuan itu mampu menjadi kunci guna memastikan kesiapan dunia dalam menghadapi berbagai potensi masalah dan komplikasi yang diakibatkan perubahan cuaca luar angkasa.

“Tidak ada cuaca buruk, hanya persiapan untuk menghadapi yang buruk,” kata Jake Bleacher dari NASA.

Mereka juga menyarankan permulaan siklus baru harus menjadi kesempatan untuk membuat rencana perubahan pada masa mendatang.

“Cuaca luar angkasa adalah apa adanya - tugas kita adalah mempersiapkan,” tambahnya.

Akhir siklus sebelumnya terjadi pada Desember 2019, namun untuk mengetahui variabilitas siklus baru dengan pasti bisa memakan waktu berbulan-bulan. Saat memasuki siklus baru, ada peristiwa dramatis pada permukaan matahari seperti ledakan raksasa laksana jilatan api yang bisa memuntahkan cahaya, energi, dan materi Matahari ke luar angkasa. (The Independent/M-2) 

BERITA TERKAIT