17 September 2020, 03:25 WIB

Peringatan Tradisi Panjang Jimat Diminta Ditiadakan


Nurul Hidayah | Nusantara

PEMERINTAH Kota Cirebon, Jabar, meminta tradisi panjang jimat memperingati Maulid Nabi Muhammad yang biasa digelar di sejumlah keraton ditiadakan.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi menyatakan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon telah merekomendasikan agar tidak menggelar tradisi panjang jimat pada peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Tidak hanya tradisi panjang jimatnya, tradisi pasar dadakan yang biasanya digelar sebulan sebelum pelaksanaan panjang jimat juga diminta ditiadakan,” paparnya, kemarin.

Rekomendasi untuk tidak menggelar tradisi yang sudah berlangsung sejak lama tersebut, menurut Agus, segera dikirimkan ke sejumlah keraton yang rutin menggelar tradisi muludan.

“Kami juga akan melakukan mediasi dengan Pak Sultan supaya bisa memberikan semacam maklumat peniadaan tradisi ini. Alasan keluarnya rekomendasi ini terkait dengan meningkatnya korban terpapar covid-19,” sebutnya.

Tradisi panjang jimat dan pasar dadakan setiap tahun selalu dipadati warga. Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada 28 Oktober 2020.

Sementara itu, Komandan Kodim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruma mengecek langsung penerapan protokol kesehatan covid-19 di tengah aktivitas umat Hindu melaksanakan persembahyang an perayaan Hari Raya Galungan, Rabu (16/9).

Dandim mendatangi beberapa Pura yang menjadi pusat aktivitas persembahyangan umat Hindu di Kabupaten Jembrana, seperti Pura Jagatnatha, Pura Dalem Mendoyo, Pura Majapahit, Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, dan Pura Dalem Banjar Tengah.

Ia merasa lega karena jajaran Kodim 1617/Jembrana tetap melaksanakan pemantauan dan pendisiplinan kepada warga dalam pelaksanaan persembahyangan di samping diri sendiri ikut merayakan Hari Raya Galungan. (UL/OL/N-1)

BERITA TERKAIT