16 September 2020, 20:39 WIB

Terapkan K3 dengan Baik, Total Logistics Dapatkan Sertifikasi ISO


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

LAYANAN manajemen mutu pergudangan dan distribusi barang dengan mengusungn prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang diusung PT. Amanat Perkasa Speed, sukses mendapatkan pengakuan internasional dengan mengantongi sertifikasi International Organization for Standardization (ISO), yaitu ISO 9001: 2015 dan ISO 45001: 2018.

Sertifikat tertanggal 23 Juli 2020 itu berlaku hingga tiga tahun kedepan. Managing Director PT Amanat Perkasa Speed Joseph Sulistijo mengatakan, sistem kinerja di Total Logistics terbukti mampui menerapkan standar K3 dan kaidan manajemen secara baik dan berkelanjutan.

"Dengan sistem, tidak bergantung pada peranan dari satu atau beberapa gelintir orang saja," dalam keterangan tertulisnya.

Direktur IT dan Operasional Total Logistics Boyke Sutendi mengatakan, kehadiran sertifikat ISO itu menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan visi perusahaan, yaitu menjadi integrator logistics terperccaya dan mampu menangani kebutuhan pelanggan dari hulu ke hilir secara global

Proses sertifikasi bagi Total Logistics telah dimulai sejak awal 2020. Usai proses kualifikasi, badan sertifikasi merekomendasikan perusahaan untuk mendapatkan sertifikat ISO pada pertengahan Juni silam. Usai sebulan proses registrasi, kini Total Logistics berhak menggunakan logo ISO sesuai aktivitas perusahaan yang dimaksud.

Baca juga : Menteri BUMN Ubah Susunan Dewan Komisaris PT ASABRI (Persero)

Sertifikasi ISO 9001: 2015 dengan nomor persetujuan 00026274 dan nomor sertifikat 10281340 bagi Total Logistics dirilis Lloyd's Register. Lembaga tersebut juga mencatatkan persetujuan bernomor 00026273 dan nomor sertifikat 10281339 untuk ISO 45001: 2018 bagi perusahaan jasa logistik nasional yang sudah berpengalaman di Tanah Air dan mancanegara sejak 1999 ini.

ISO 9001 adalah standar internasional di bidang Sistem Manajemen Mutu (SMM). Sebuah institusi atau perusahaan yang telah mendapatkan akreditasi berupa pengakuan pihak lain yang independen seperti ISO, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal sistem manajemen jaminan mutu produk atau jasa yang dihasilkannya. Sederhananya, manajemen

Sementara ISO 45001 adalah standar internasional baru untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Sertifikasi tersebut menggantikan standar Occupational Health and Safety Management System (OHSAS) 18001.

Standar baru ini terfokus pada konteks organisasi yang tak hanya mempertimbangkan isu K3 pada perusahaan, tapi juga melibatkan masyarakat lebih luas berupa dampak aktivitas perusahaan pada komunitas di sekitarnya.

ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil badan standardisasi nasional setiap negara. Sebelum menjadi nama ISO pada awalnya lembaga tersebut bernama IOS. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT