16 September 2020, 19:44 WIB

Pupuk Subsidi Harus Dijual Sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi


Mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian menyatakan menyatakan harga pupuk subsidi yang disalurkan untuk petani harus mengacu kepada Permentan 01/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian TA 2020.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, harga yang ditetapkan harus menjadi harga eceran tertinggi atau HET. Hal itu mengacu pada Pasal 15 ayat 1 Permentan 01/2020.

Baca juga: Kementan akan Realokasi Pupuk Subsidi

"Dijelaskan bahwa pengecer resmi wajib menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi," ujar Sarwo Edhy dalam keterangan yang diterima, Rabu (16/9/2020).

Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi untuk pupuk urea sebesar Rp1.800/kg, pupuk SP-36 Rp2.000/kg, pupuk ZA Rp1.400/kg, pupuk NPK Rp2.300/kg, pupuk NPK Formula Khusus Rp3.000/kg, dan pupuk organik sebesar Rp500/kg.

“Sementara itu, dalam Pasal 15 ayat 3 disebutkan bahwa harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi berlaku untuk pembelian oleh petani di pengecer resmi secara tunai dan/atau menggunakan Kartu Tani,” lanjut Sarwo Edhy.

Kemasan volume pupuk subsidi yang dijual dengan harga eceran tertinggi adalah pupuk urea seberat 50kg, pupuk SP-36 (50 kg), pupuk ZA (50 kg), pupuk NPK (50 kg), pupuk NPK Formula Khusus (50 kg), dan pupuk organik (40 kg).

Baca juga: Stok Pupuk Subsidi di Jabar, Banten dan sebagian Jateng Aman

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pupuk bersubsidi diberikan untuk meringankan beban petani.

“Dengan pupuk subsidi, kita ingin menjamin agar pertanian bisa terlaksana dengan baik, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani juga meningkat. Oleh karena itu, mekanisme harga pupuk subsidi kita atur dalam Permentan 01/2020,” tegasnya. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT