16 September 2020, 19:44 WIB

Satgas Covid-19 : Kelompok Rentan Jadi Fokus Penanganan Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KETUA Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan sudah 6 bulan Indonesia menghadapi Covid-19, peningkatan kasus terus terjadi. Bahkan di sejumlah negara juga peningkatannya melampui premis pakar epimidologi.

"Korban jiwa sampai dengan sekarang sudah sangat banyak mendekati satu juta jiwa untuk tingkat global, untuk nasional yang meninggal tembus di angka 9 ribu. Kemudian yang terpapar sudah lebih dari 20 ribu orang, secara global juga sudah sangat banyak sekali puluhan juta orang," kata Doni dalam Diskusi Denpasar 12 edisi XXIV bertajuk Arah Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19, Rabu (16/9).

Doni Mengibaratkan Covid-19 bagaikan malaikat pencabut nyawa, terutama bagi kelompok rentan, yaitu kalangan lanjut usia dan penderita penyakit penyerta atau komorbid.

"Mereka yang punya penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, kanker, jantung dan penyakit paru, kan kita sudah punya data yang cukup banyak selama 6 bulan terakhir ini ada beberapa daerah yang kita amati, dimana komorbid itu mencapai 90% dan peringkat pertama adalah diabet yaitu di Jawa Timur yang tertinggi korbannya," sebutnya.

Penyakit komorbid yang menyebabkan kematian setelah infeksi Covid-19, ungkap Doni, paling tinggi terjadi pada penderita hipertensi. Di sisi lain, kalangan usia 46 tahun ke bawah, punya harapan sembuh lebih tinggi ketika terinfeksi Covid-19.

Baca juga : Adaptasi Masyarakat Kunci Pengendalian Korona

"Jadi kalau kita lihat bahwa ini sangat mengancam bagi mereka yang punya risiko tinggi dan bagi masyarakat yang tidak punya risiko tinggi aman-aman saja. Kita sudah buktikan ada puluhan ribu ratusan atau ratusan ribu orang sekarang sudah pulih," terangnya.

Dia menjelaskan, angka kesembuhan Indonesia termasuk yang cukup bagus, dimana persentase 71% atau pernah di angka 72%. Namun, saat ini mengalami penurunan tapi tetap diupayakan bisa bertahan bahkan diatas rata-rata global.

"Maknanya adalah ada kelompok yang bisa selamat, dan ada kelompok yang punya risiko yang sangat tinggi. Bagaimanapun, kita sekarang harus melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan masyarakat yang punya risiko tinggi," jelasnya.

Karena itu, perlindungan kelompok rentan, lanjut Doni, jadi prioritas dalam penanganan covid-19 agar bisa menekan laju penularan kasus dan meningkatkan kesembuhan penderita Covid-19. Di sisi lain, peningkatan uji spesimen dan penelusuran kontak reta (Tracing) juga terus dilakukan.

"Yang pertama testing kita sudah melampaui diatas 30 ribu spesimen perhari. Namun standar WHO kita masih berada sedikit dibawah WHO. Diharapkan kita berada pada sekitar 38 ribu pemeriksaan orang per hari berdasarkan ketentuan yang dibuat oleh badan kesehatan dunia (WHO)," paparnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT