16 September 2020, 16:05 WIB

Jawab Tantangan Global, Kembangkan Platform Digital


Bayu Anggoro | Nusantara

TANTANGAN pemerintah agak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah beralih ke digital disambut berbagai pihak. Mereka pun berlomba-lomba menjawab tantangan global khususnya menyangkut digitalisasi. Tidak hanya perusahaan, organisasi sosial pun tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan sejumlah platform untuk memudahkan layanan.

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, pihaknya kini tengah mengembangkan berbagai aplikasi digital untuk memudahkan layanan baik para donaturnya maupun rekan penerima manfaat. Sedikitnya terdapat lima jenis platform digital yang dijalankannya seperti aplikasi digital islamic style (DIS), platform crowdfunding sharinghappiness.org, infak.id, lelangbintang.com, serta rumahzakat.org/donasi yang memiliki fungsi serta peran berbeda.

Baca juga: Mendorong Digital Payment ke Tahap Lanjut

"Ini dalam rangka menjawab revolusi industri 4.0," katanya di Bandung, Rabu (16/9). Sebagai contoh, menurutnya layanan rumahzakat.org/donasi disiapkan untuk memudahkan para relawannya dalam mengirimkan sumbangan baik berupa zakat, infak, kurban, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan desa.

Dalam platform inipun, pihaknya menyediakan perangkat yang akan membantu penghitungan besaran zakat yang harus dikeluarkan donatur sesuai dengan penghasilan. "Kuantitas dan kualitas layanan baik terhadap muzaki maupun mustahik menjadi prioritas kami," ujarnya.

Atas berbagai layanan digital ini, lanjut Nur, pihaknya meraih Global Islamic Finance Awards (GIFA) Excellence Awards 2020 untuk kategori Zakat Management. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan sejumlah penilaian yang dilakukan oleh para anggota komite GIFA.

Adapun GIFA merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi dalam dunia perbankan serta keuangan Islam di dunia. Para penerima penghargaan, tambah dia, berasal dari kalangan pemerintah, lembaga, dan individu telah menunjukkan prestasi luar biasa di bidangnya masing-masing.

"Yang berkontribusi pada keberlanjutan perbankan dan keuangan Islam sebagai sistem yang layak dalam arsitektur keuangan internasional global," ujarnya.

Dia menjelaskan, kriteria penilaiannya antara lain terkait inovasi, kuantitas dan kualitas layanan, jangkauan wilayah layanan, serta promosi pertumbuhan industri.

"Inovasi merupakan perwujudan dari salah satu value Rumah Zakat yang berupaya untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia," katanya. Dia melanjutkan, pihaknya telah melayani 300 ribu donatur yang menitipkan hartanya untuk disalurkan kepada 34,3 juta penerima manfaat di 1.683 desa yang berada di 33 provinsi.

Sebanyak 41% penerima manfaat meningkat kesejahteraannya, dan 21,4% keluar dari dari kemiskinan. Selain itu, pihaknya juga berperan aktif dalam aksi kemanusiaan dunia, dan memberikan pelayanan di 30 negara.

"Terima kasih banyak atas kepercayaan dari para donatur, mitra dan juga para penerima manfaat yang membersamai Rumah Zakat selama ini. Insya Allah penghargaan ini akan menjadi pemicu semangat bagi kami untuk bekerja lebih amanah dan profesional sehingga akan semakin banyak orang yang terbantu," ungkapnya. (BY/A-1)

 

BERITA TERKAIT