16 September 2020, 17:37 WIB

Defisiensi Zat Gizi Mikro Pengaruhi Kualitas SDM


Retno Hemawati | Humaniora

Defisiensi zat gizi mikro dapat berdampak buruk bila tidak ditangani dengan tepat dikarenakan gejalanya yang terkadang tak kasat mata.

Padahal kecukupan gizi makro dan mikro sangat penting untuk memastikan pertumbuhan anak yang optimum di samping stimulasi, yang pada gilirannya akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 dari Kementerian Kesehatan RI telah menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2013, namun demikian Indonesia masih menghadapi masalah malnutrisi yang memerlukan perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi masalah ini guna memastikan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Memahami pentingnya pemenuhan zat gizi mikro dalam proses tumbuh kembang anak serta bagi keluarga Indonesia, Nestlé menghadirkan Nestlé Ideal, minuman berfortifikasi zat gizi mikro yang tinggi kalsium, tinggi zat besi, serta zink, dan Vitamin A, C, D dengan harga yang terjangkau untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi mikro harian,” jelas Business Executive Officer Business Unit Dairy Nestlé Indonesia, Windy Cahyaning Wulan, saat koonferensi pers daring, Rabu (16/9).

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/136429-kapan-waktu-yang-tepat-untuk-minum-susu

Lula Kamal, selaku pemerhati kesehatan menjelaskan “Orang tua perlu mewaspadai kondisi ini karena gejalanya yang tak kasat mata. Bila anak mudah lelah dan kehilangan konsentrasi ketika sedang belajar, bisa jadi ia kekurangan zat besi atau vitamin C. Hal seperti inilah yang perlu diinformasikan kepada para orang tua,” ungkap Lula.

Johanlie Aliffin, selaku Category Marketing Manager Business Unit Dairy Nestle Indonesia pun menambahkan, “Melihat perlunya upaya untuk mengatasi permasalahan defisiensi zat gizi mikro di Indonesia, di samping peluncuran ini, kami juga menjalankan program Nutrisi Keliling Ideal yang bertujuan mengedukasi dan menjangkau satu juta keluarga Indonesia di berbagai daerah, dimulai dari wilayah Jawa Barat dan Pulau Sumatera.”

Menyambut baik partisipasi aktif produk ini dalam edukasi zat gizi mikro untuk masyarakat, Atalia  Kamil selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat dan  Gubernur Jawa Barat menyampaikan, “Saya merasa perlu adanya edukasi menyeluruh akan pentingnya gizi makro maupun mikro di Provinsi Jawa Barat. Zat gizi mikro merupakan hal yang seringkali luput dari perhatian oleh karena itu edukasi lebih lanjut mengenai hal ini tentunya diperlukan. Saat ini, berbagai program telah kami jalankan seperti Siaran Keliling (Sarling), Ojek Makanan Bayi (Omaba), maupun program POKJA IV PKK (Perbaikan Gizi). Di samping itu, saya juga menyadari bahwa masyarakat membutuhkan adanya akses yang lebih baik akan makanan dan minuman bernutrisi.” (OL-12)

BERITA TERKAIT