16 September 2020, 15:48 WIB

Keanekaragaman Hayati di Indonesia Kian Terancam


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

INDONESIA merupakan negara yang kaya keanekaragaman hayati. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity dunia.

“Kita punya sekitar 29.375 spesies tumbuhan vascular atau 7,5% dari seluruh spesies di dunia. Kemudian, 773 spesies mamalia atau 12% dari seluruh spesies di dunia, kita ranking pertama,” ujar peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosichon Ubaidillah dalam seminar virtual, Rabu (16/9).

“Lalu 755 spesies reptil ini ranking keempat di dunia dan 1.711 spesies burung atau 6,7% dari seluruh spesies di dunia. Ada 35 spesies primata ini peringkat keempat di dunia dan masih banyak lagi,” imbuh Rosichon.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kelestarian Biota Laut

Lebih lanjut, dia menyebut keanekaragaman hayati di Indonesia tengah terancam keberlangsungannya. Berdasarkan data indeks spesies sepanjang 1990-2020, sekitar 191 spesies dari 650 spesies mamalia masuk kategori terancam.

Kemudian, 231 dari 4.782 spesies ikan masuk kategori terancam. Adapun 160 dari 1.711 spesies burung masuk kategori terancam. Lalu, 30 dari 755 spesies reptil masuk kategori terancam.

Sebanyak 33 dari 365 hewan amfibi masuk dalam kategori terancam dan 26 dari 1900 kupu-kupu masuk dalam kategori terancam. Menyoroti tingkat kerawanan di Indoensia, Rosichon menilai perlunya komitmen penuh dari masyarakat. Dalam hal ini, untuk melindungi dan mempertahankan keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Baca juga: Cegah Karhutla, KLHK Optimalkan TMC Hingga Awal 2021

“Kita sudah berkomitmen dalam 2020 Aichi Biodiversity Targets dan juga punya target nasional. Kita harus menentukan ke mana akan melangkah untuk mempertahankan keanekaragaman hayati,” pungkasnya.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menyatakan hilangnya keanekaragaman hayati berdampak serius. Tidak hanya bagi lingkungan, namun juga kesejahteraan manusia. Berikut aspek lain, seperti ekonomi, budaya, pangan dan ketahanan air.

“Perlu investigasi dan memahami kondisi keanekaragaman hayati. Serta, mengetahui faktor yang mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati, itu sangat penting,” tutur Tri.(OL-11)

BERITA TERKAIT