16 September 2020, 14:30 WIB

Wabup Yalimo Mabuk Sambil Nyetir Tabrak Polwan Hingga Tewas


Marcelinus Kelen | Nusantara

DIDUGA kuat dalam kondisi mabuk saat mengendarai kendaraan roda empat miliknya, Wakil Bupati Yalimo, Papua, ED (31 tahun) menabrak seorang Polwan anggota Bid Propam Polda Papua, atas nama Bripka Christin M Batfeny, Rabu (16/9) pagi yang mengendarai sepeda motor. Akibatnya, korban meninggal dunia akibat kendaraan roda dua yang dikendarainya tertabrak hingga terseret ke dalam parit.

Kecelakaan naas yang menewaskan Bripka Christin terjadi pukul 07.00 WIT di Jalan Raya Ardipura tepat di tikungan Bengkel Alfian Polimak I Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Bripka Christin yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju kantor tewas seketika di lokasi kejadian usai mengalami benturan keras di kepala dan patah tulang kaki serta luka lecet.

Sementara ED adalah wakil bupati Kabupaten Yalimo dan saat ini masuk dalam bursa bakal calon bupati. Ia telah dimintai keterangan dan diamankan di kantor polisi setempat. Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kasus kecelakaan itu ditangani oleh Sat Lantas Polresta Jayapura Kota.

"Kasus ini dalam penanganan, guna proses pemeriksaan," kata Gustav R Urbinas kepada wartawan.

Gustav mengungkapkan ED yang mengendarai mobil Toyota Hilux warna hitam dari arah Jayapura dengan tujuan Entrop melaju dengan kecepatan tinggi. ED menyetir dalam keadaan mabuk. Kendaraannya hilang kendali dan menabrak Bripksa Christin yang mengendarai sepeda motor Yamana N Max warna hitam.

"Mobil pelaku keluar jalur dan mengambil jalur kanan pinggir sehingga korban sudah tidak dapat lagi menghindari. Maka terjadi benturan keras. Tepat di tengah- tengah bodi mobil dan sepeda motor. Pelaku dalam pengaruh minuman keras. Bahkan pelaku sendiri tidak memiliki kelengkapan surat berkendaraan SIM dan STNK nihil. Sedangkan korban lengkap," ungkap AKB Gustav.

baca juga: Pelosok Kabupaten Tanah Bumbu Terpasang Penerangan Jalan

Korban Bripka Christin kemudian dibawa ke RS Marthen Indey dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Ada dua orang saksi yang kini dimintai keterangan terhadap peristiwa tersebut. Penumpang mobil bersama ED juga ikut dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaaan di mobil ED ditemukan botol miras. Bukti lainnya adalah rekaman CCTV yang terlihat pelaku mengemudikan kendaran dengan kecepatan tinggi. (OL-3)

BERITA TERKAIT