16 September 2020, 10:15 WIB

Jerman akan Terima 1.500 Pengungsi dari Yunani


Faustinus Nua | Internasional

JERMAN, Selasa (15/9), mengatakan akan menerima lebih dari 1.500 pengungsi dari Yunani setelah kamp pengungsian terbakar di Pulau Lesbos, beberapa waktu lalu.

Berlin mencoba menggalang tanggapan baru dari Uni Eropa terhadap krisis migran yang berkobar lagi.

Negara-negara UE telah dipaksa mengatasi masalah itu karena ribuan penghuni kamp Moria di Pulau Lesbos kehilangan tempat tinggal mereka setelah terjadi kebakaran pada 8 September malam.

Wakil Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan koalisi kiri-kanan Kanselir Angela Merkel telah setuju menerima 1.553 pengungsi dari Yunani.

Baca juga: Kabinet Irlandia Akhiri Swakarantina Covid-19

Jerman juga akan menyambut keluarga dengan anak-anak yang telah mendapatkan status pengungsi di Yunani tetapi mungkin bukan dari Moria.

Prancis telah setuju menerima 150 anak di bawah umur dari kamp, sementara negara-negara UE lainnya menerima total 100 anak muda dari Moria.

Merkel pun mengeluhkan kurangnya tanggapan Eropa secara bersama. Menurutnya, sesuai nilai dan norma, UE seharusnya bertindak cepat.

"Ini bukan tanda nilai dan kapasitas Eropa untuk bertindak," katanya pada pertemuan kelompok parlemennya di Berlin.

Sementara itu, pejabat Yunani mengatakan enam tersangka, termasuk pemuda warga negara asing, telah ditangkap di Lesbos sehubungan dengan kebakaran itu.

Para pejabat Yunani telah mengatakan beberapa kali bahwa kebakaran itu dimulai para migran yang menghadapi isolasi setelah dinyatakan positif covid-19.

Kebakaran lain juga terjadi Selasa (15/9) malam di dekat sebuah kamp di Pulau Samos, tempat lebih dari 4.700 migran tinggal.

"Ada kebakaran hutan di dekat kamp, tapi tampaknya masih bisa diatasi," kata sumber departemen pemadam kebakaran. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT