16 September 2020, 09:58 WIB

Kepala BPIP: Bangsa Indonesia Hadapi Tantangan Internal


Agus Utantoro | Nusantara

KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP KH Yudian Wahyudi mengatakan, bangsa Indonesia sebenarnya tidak hanya menghadapi tantangan dari luar saja, tetapi juga dari dalam atau internal.

"Dari dalam negeri, bangsa juga menghadapi tantangan internal dalam bentuk masih tingginya angka kesenjangan sosial, menguatnya eksklusivisme beragama yang mengancam keberagaman, dan merebaknya berita hoaks," kata Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Selasa (15/9).

Di hadapan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Yogyakarta itu, mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga itu mengemukakan tantangan besar di lingkungan birokrasi adalah masih maraknya praktik korupsi. Untuk mencegahnya dengan mitigasi melalui pembudayaan Pancasila sebagai 
bagian dari agenda revolusi mental pemerintah.

"Para birokrat harus ingat bahwa mereka hanyalah warga biasa yang diberi otoritas melalui SK. Jika terbukti korupsi, keistimewaan otoritas ini akan dicabut dan bahkan akan dipenjara," ujar Yudian menasihati para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator.

Dikatakan, Pancasila merupakan konsensus bersama bangsa yang harus dipertahankan dan dihidupkan. 

"Fakta bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mampu mempersatukan ribuan suku bangsa Indonesia dengan ratusan bahasa membuktikan Pancasila sebagai mukijzat yang patut  disyukuri dan dipertahankan oleh birokrat. Birokrat tidak boleh mendustakan nikmat terbesar ini dengan coba-coba menggantinya dengan ideologi lain," tegas Yudian.

baca juga: Serapan APBD Papua Rendah, Kemendagri Perkuat Asistensi

Lebih lanjut Yudian menjelaskan bahwa tantangan bangsa semakin kompleks akibat perubahan geopolitik dunia dan perubahan sosial di dalam negeri. Di antara tantangan geopolitik tersebut adalah pertarungan atas batas wilayah di Laut Cina Selatan, berubahnya batas wilayah akibat perubahan iklim yang menenggelamkan pulau-pulau terluar, ideologi islam transnasional, dan resesi global akibat pandemi covid-19. 

Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini dilakukan secara offline dan tetap menerapkan protokol kesehatan. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT