16 September 2020, 08:05 WIB

WTO Minta AS Tinjau Ulang Tarif Dagang dengan Tiongkok


Faustinus Nua | Internasional

ORGANISASI Perdagangan Dunia (WTO), Selasa (15/9), menguatkan keluhan Beijing atas bea tambahan yang dikenakan administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada barang-barang Tiongkok senilai sekitar US$250 miliar.

Sebuah panel ahli yang dibentuk Badan Penyelesaian Sengketa WTO memutuskan tarif tersebut tidak konsisten dengan aturan perdagangan global. Karenanya, WTO merekomendasikan AS menyesuaikan tindakan dengan kewajibannya.

Menanggapi keputusan itu, AS menantang dan mengecam WTO sebagai keputusan yang sama sekali tidak memadai dalam meminta pertanggungjawaban Beijing.

Baca juga: H&M Hentikan Ekspor Benang dari Xinjiang karena Kerja Paksa

"AS harus diizinkan membela diri terhadap praktik perdagangan yang tidak adil dan pemerintahan Trump tidak akan membiarkan Tiongkok menggunakan WTO untuk mengambil keuntungan dari pekerja, bisnis, petani, dan peternak Amerika," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Perdagangan Tiongkok, pada bagiannya, mengatakan mereka berharap AS menghormati keputusan WTO dan mengambil tindakan praktis untuk mempertahankan sistem perdagangan multilateral.

Panel WTO dibuat pada Januari tahun lalu untuk meninjau keputusan Trump yang mengganjar Tiongkok dengan tarif barang senilai seperempat triliun dolar. Tarif yang diberlakukan pada 2018 itu menandai awal perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

Perwakilan Tiongkok mengatakan kepada organisasi tersebut pada saat itu bahwa tarif yang diberlakukan adalah "pelanggaran terang-terangan terhadap kewajiban AS di bawah perjanjian WTO dan menimbulkan tantangan sistemik terhadap sistem perdagangan multilateral".

Sementara itu, Washington mengecam keluhan Tiongkok yang dianggapnya munafik, merujuk pada bea diskriminatif atas lebih dari US$100 miliar dalam ekspor AS yang diberlakukan secara paralel oleh Beijing.

Pengumuman pada Selasa (15/8) itu merupakan yang pertama dari serangkaian keputusan panel yang diantisipasi atas keluhan berbagai negara. Mengingat, keputusan Trump telah merugikan mereka dengan tarif yang tinggi pada impor baja dan aluminium. (France24/OL-1)

BERITA TERKAIT