16 September 2020, 06:32 WIB

Penumpang KRL Jangan Pakai Buff dan Masker Scuba


Put/J-1 | Megapolitan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau para pengguna layanan KRL untuk menggunakan masker dengan tepat sebagai bagian dari implementasi protokol kesehatan.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba di Jakarta, kemarin, mengajak pengguna senantiasa memakai masker dengan benar, yaitu menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

“Untuk kesehatan bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektivitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan. Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan. Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung,” ujar Anne dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, pada pemberlakuan PSBB tahap kedua ini jam operasional KRL masih pukul 04.00-21.00 WIB dengan 975 perjalanan KRL per hari. Namun, masih akan dilakukan evaluasi kembali dengan mempertimbangkan pergerakan masyarakat yang menggunakan KRL di masa PSBB ini.

Kapasitas pengguna KRL pun masih berlaku sesuai dengan aturan, yaitu 74 orang per kereta. Guna tetap menjaga physical distancing, pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan menghindari jam-jam sibuk.

“Aturan-aturan lain selama PSBB juga masih berlaku, seperti bagi anak di bawah lima tahun untuk sementara dilarang menggunakan KRL. Orang lanjut usia, atau berusia di atas 60 tahun, setiap harinya diperbolehkan menggunakan KRL pukul 10.00-14.00. Pengguna dengan membawa barang sesuai dengan ketentuan tetapi ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik di luar jam sibuk,” papar Anne.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih pun mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak-- atau 3M--ketika hendak bertransportasi umum.

“Pakailah masker. Begitu keluar rumah, jangan pernah lepaskan masker. Pakainya harus tepat menutup hidung, mulut, dan dagu. Jangan cuma sampai dagu,” kata Daeng dalam webinar Bijak Bertransportasi di Tengah Pandemi Covid-19.

Ia juga mengatakan masker bedah sebenarnya ialah masker yang paling aman untuk digunakan masyarakat sehari-hari. Masker bedah didisain dengan dua lapisan berbeda.

Lapisan dalam ialah lapisan yang bisa menyerap cairan atau droplet yang keluar dari mulut atau hidung ketika bernapas dan berbicara. Lapisan luar ialah lapisan antiair atau waterproof yang dapat menahan droplet yang dikeluarkan orang lain sehingga tidak terserap oleh hidung dan mulut si pengguna.

Warga pun diharapkan mengesampingkan rasa pengap, panas, atau tidak nyaman saat memakai masker seharian. Warga bisa menggunakan cara apa pun untuk tetap nyaman seperti mengganti-ganti masker kain atau menggunakan cairan minyak angin.

Daeng juga mengimbau masyarakat agar tidak memegang benda apa pun dalam perjalanan. Bila terpaksa seperti memegang pegangan di kereta karena menghindari terjatuh akibat guncangan, harus diingat bahwa tangan yang memegang benda tersebut dihindarkan dari menja-
mah area-area yang menjadi penularan virus. “Operator juga harus konsisten, tempat cuci tangan air dan sabunnya harus tersedia. Hand sanitizer juga harus tersedia,” tandasnya. (Put/J-1)

BERITA TERKAIT