16 September 2020, 05:35 WIB

Bawaslu Sumenep Tolak Hasil Pleno Data Pemilih


Mohammad Ghazi | Nusantara

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan protes demgan keluar forum (walk out/WO) dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa malam (15/9) . Rapat pleno tersebut untuk menetapkan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) Pilkada Sumenep.

Seluruh anggota  Bawaslu yang hadir dalam pertemuan tersebut memilih keluar dan karena merasa nota keberatan atas dugaan banyaknya kesalahan dalam proses pemutakhiran data pemilih, tidak diindahkan KPU. Mereka juga tidak
menanda tangani hasil pleno.

Sebelum melakukan aksi WO, ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Nooris, mempertanyakan perubahan data pemilih di sembilan kecamatan serta menanyakan tindak lanjut nota keberatan yang diajukan beberapa waktu lalu.

Namun karena merasa tidak mendapatkan jawaban pasti dari komisioner KPU, ia dan seluruh anggotanya mengajukan protes dan keluar dari forum.

"Kami minta untuk dilakukan perbaikan di sembilan kecamatan tapi yang dibahas hanya satu kecamatan. Padahal di delapan kecamatan ini, proses pendataan dan hasilnya kami nilai bermasalah. Karenanya kami memilih out," kata Anwar Nooris.

Terkait ini menurut Ketua KPU Sumenep, Ahmad Warits, protes yang diajukan Bawaslu sudah dibahas  pada pleno sebelumnya. Saat itu, kata Warits, Bawaslu tidak mengajukan protes apapun.

"Pleno kali ini, adalah pleno lanjutan. Persoalan di sembilan kecamatan itu sudah dibahas pada pleno sebelumnya," katanya.

Ia menjelaskan, sikap wolk out anggota Bawaslu tidak berpengaruh pada kelanjutan tahapan Pilkada, karena hasil pleno DPHP tetap sah sekalipun ada protes dari Bawaslu. (OL-13)

Baca Juga: Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi

BERITA TERKAIT