16 September 2020, 02:35 WIB

Neraca Dagang Agustus 2020 Surplus US$2,33 Miliar


(Iam/Ant/E-2) | Ekonomi

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus US$2,33 miliar (Rp34,55 triliun dengan kurs Rp14.000 per US$) dengan nilai ekspor US$13,16 miliar (Rp195,17 triliun) dan impor US$10,74 miliar (Rp159,28 triliun).

"Surplus ini masih jauh lebih besar jika dibandingkan dengan posisi neraca perdagangan Agustus 2019 yang waktu itu surplus US$92,6 juta sehingga kita berharap ke depan ekonomi membaik, surplus kita meningkat, dan ekonomi bisa pulih kembali," kata Kepala BPS Suhariyanto pada konferensi pers virtual, kemarin.

Ia memaparkan, pada Agustus 2020, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus terhadap beberapa negara, yakni dengan Amerika Serikat mengalami surplus US$1 miliar dengan produk pakaian dan aksesori, baik rajutan maupun bukan rajutan, serta mesin dan perlengkapan listrik.

Kemudian, perdagangan dengan Filipina juga surplus US$451 juta dengan produk kendaraan dan bagiannya, serta produk makanan olahan.

Selanjutnya, Indonesia juga mengalami surplus neraca perdagangan dengan India sebesar US$425 juta dengan produk bahan bakar mineral, lemak hewan nabati, dan bahan kimia organik.

Namun, perdagangan Indonesia dengan beberapa negara masih defisit, di antaranya dengan Tiongkok defisit US$893,6 juta, Brasil defisit US$158,4 juta, kemudian Hong Kong defisit US$116,7 juta.

Impor barang konsumsi dan bahan baku mengalami peningkatan secara month to month yakni 7,31%, tetapi secara year on year minus 12,49%. Barang konsumsi yang diimpor cukup besar antara lain anggur dari Tiongkok, krim powder dari Selandia Baru, dan raw sugar dari India.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif pada Januari-Agustus 2020 mengalami surplus US$11,05 miliar, jauh lebih besar daripada periode yang sama 2019 yang angkanya defisit US$2,04 miliar. (Iam/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT