16 September 2020, 04:10 WIB

Biden Sebut Trump Perusak Iklim


Faustinus Nua | Internasional

KANDIDAT presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyatakan perlunya tindakan mendesak untuk mencegah perubahan iklim. Dia juga menyebut negara itu tidak akan aman di tangan Presiden Donald Trump.

Setelah Trump beberapa waktu lalu menarik AS keluar dari perjanjian iklim Paris yang menargetkan pengurangan emisi rumah kaca, Biden menyebut perubahan iklim yang digaungkan kembali Presiden AS itu sebagai tipuan.

“Jika Anda memberi seorang pelaku pembakaran iklim empat tahun lagi di Gedung Putih, mengapa lalu ada orang yang terkejut jika kita memiliki lebih banyak kebakaran di Amerika Serikat?” kata Biden.

“Kita membutuhkan presiden yang menghormati sains, yang memahami bahwa kerusakan akibat perubahan iklim sudah ada di sini dan kecuali kita mengambil tindakan segera, kerusakan itu akan segera menjadi bencana yang lebih besar,” tambahnya.

Kritik Biden muncul setelah kebakaran hutan di bagian Barat AS memburuk. Selain menewaskan puluhan orang, kebakaran tersebut juga menghanguskan sedikitnya 5 juta hektare hutan di 10 negara bagian tahun ini.

Biden, yang juga mantan Wakil Presiden AS itu, dalam pidatonya kemarin, di luar Museum Sejarah Alam Delaware di Wilmington mengungkapkan, jika terpilih sebagai presiden, dia akan memasukkan kembali AS ke perjanjian iklim Paris.

Dia juga berjanji akan memacu pengembangan energi terbarukan melalui langkahlangkah seperti pengalihan armada kendaraan pemerintah federal dari bahan bakar fosil ke tenaga listrik.


Pengelolaan hutan

Lima dari 10 kebakaran terbesar di California dalam sejarah terjadi tahun ini. Asap menyelimuti San Francisco, Portland, dan Seattle sehingga membuat kualitas udara memburuk.  Kebakaran hutan juga telah menyebabkan kerugian mencapai US$50 miliar di California selama dua tahun terakhir. Beberapa gubernur dari Partai Demokrat telah bentrok dengan Trump terkait dengan perubahan iklim dalam kebakaran. 

Hasil penelitian mengaitkan kebakaran hutan dengan tanaman yang mengering karena pemanasan akibat pembakaran bahan bakar fosil. Gubernur Washington, Jay Inslee, misalnya mengibaratkan perubahan iklim sebagai ledakan api di negara bagiannya. Namun, Trump memilih menyalahkan pengelolaan hutan yang buruk. 

Menurut Trump, pengelola hutan seharusnya mengurangi pohon dan semak belukar yang bisa menjadi bahan bakar untuk kebakaran.

“Kami juga berdoa untuk semua orang yang terkena dampak kebakaran hutan. Kami benar-benar menginginkan hutan dikelola dengan benar,” kata Trump saat berkampanye di Henderson, Nevada.

Sementara itu, Joe Biden mengusulkan adanya dana US$2 triliun untuk memacu pengembangan teknologi yang menghasilkan energi tanpa emisi karbon pada 2035. Dia mengatakan masalah perubahan iklim telah mengakibatkan kebakaran, musim badai, banjir di Michigan, dan dekade terhangat dalam sejarah yang membuat salju di Kutub Utara mencair. (AFP/X-11)
 

BERITA TERKAIT