15 September 2020, 22:54 WIB

Legislator Ingatkan Dubes Untuk Optimalkan Perlindungan WNI


Thomas harming Suwarta | Politik dan Hukum

ANGGOTA Komisi I DPR RI Christina Aryani mengingatkan para duta besar luar biasa dan berkuasa penuh yang kemarin dilantik Presiden Joko Widodo untuk tidak lupa memberi prioritas dan perhatian pada persoalan perlindungan WNI di negera tempat mereka ditempatkan.

Hal tersebut diingatkan Christina menanggapi arahan Presiden yang memberikan tugas khusus kepada para dubes agar 80 persen kegiatannya berfokus pada diplomasi ekonomi, antara lain mendorong masuknya investasi, meningkatkan ekspor produk UMKM serta produk kompetitif Indonesia.

"Saya menyambut baik arahan Presiden tersebut mengingat dalam situasi pandemi ini diperlukan upaya-upaya ekstra untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita. Namun demikian, saya juga mengingatkan para Duta Besar untuk tidak mengesampingkan tugas diplomasi terkait Perlindungan WNI yang merupakan salah satu dari Prioritas 4+1 politik luar negeri kita," kata Christina dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Isu perlindungan WNI, lanjut Christina menjadi penting dan tidak boleh dikesampingkan begitu saja. Ia pun telah mengangkat isu tersebut saat uji kelayakan dan kepatutan para Dubes.

"Saat itu saya hadir di seluruh sesi fit and proper test mereka untuk memastikan komitmen mereka terhadap perlindungan WNI," lanjut Christina.

Baca juga : Presiden Lantik 20 Duta Besar, Termasuk Suryopratomo

Dikatakan dia bahwa jangan sampai karena terlalu sibuk mencari peluang investasi maupun ekspor maka menomorduakan perlindungan WNI di negara penempatan. Apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang, perlindungan terhadap WNI harus mendapat perhatian yang cukup.

"Banyak persoalan perlindungan WNI selama ini yang juga membutuhkan perhatian. Saya juga ingatkan dalam sidang pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Luar Negeri minggu lalu agar perlindungan WNI mendapatkan porsi anggaran yang cukup," kata Christina.

Anggota DPR RI Dapil Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri tersebut secara khusus memberi perhatian pada Malaysia yang dianggap memiliki banyak pekerjaan rumah.

"Utamanya Malaysia menjadi perhatian khusus saya. Pada Dubes Hermono saya sudah berkomunikasi dan meminta beliau untuk beri perhatian pada soal ini. Intinya kami ingin agar memastikan Negara terus hadir melindungi warganya di luar negeri," pungkas Christina. (OL-7)

BERITA TERKAIT