15 September 2020, 20:51 WIB

Tumbuh 12,6%, Akseleran Optimistis Salurkan Rp1 Triliun Pendanaan


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

DI tengah kondisi pandemi Covid-19, platform teknologi finansial (fintech), Akseleran terus mempertahankan performanya ke arah pertumbuhan. Tercatat, dari Januari 2020 hingga awal September 2020, penyaluran pinjaman usaha Akseleran berhasil tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan tambunan menjelaskan, per Agustus 2020 penyaluran pinjaman bulanan Akseleran sudah kembali ke level Rp80 miliar per bulan.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut sejalan dengan perbaikan kualitas pinjaman Akseleran, dimana tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) mampu ditekan di bawah angka 0,3% dari total penyaluran pinjaman usaha, menurun jika dibandingkan realisasi NPL di akhir 2019 sebesar 0,7% dari total penyaluran pinjaman. 

Ivan mengungkapkan, setelah Covid-19 mewabah di Indonesia, pada Mei penyaluran pinjaman Akseleran sempat menurun hingga 38,7% jika dibandingkan realisasi di Januari 2020. Akan tetapi, sejak Juni mulai naik kembali.

'Begitupun di Juli hingga sekarang penyaluran pinjaman usaha Akseleran sudah on-track menuju angka Rp90 miliar per bulan yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah kami beroperasi selama tiga tahun terakhir sebagai perusahaan fintech P2P Lending di Indonesia,” ungkap Ivan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/9).

Dengan kembali diberlakukannya PSBB di Jakarta, Ivan menyampaikan, momentum pertumbuhan Akseleran yang secara konsisten terus terjadi diharapkan dapat membantu untuk mempertahankan performa perusahaan hingga akhir 2020.

Baca juga : Siasati Pandemi Covid-19, Fokus pada Pemasaran Online

Dia mengaku optimistis untuk dapat menyalurkan pinjaman usaha pada tahun ini hingga sebesar Rp1 triliun, dengan tetap menjaga tingkat NPL di bawah 1% dari total penyaluran pinjaman.

"Di luar itu, Akseleran juga mencoba memberikan alternatif pengembangan dana bagi para lender contohnya seperti produk reksa dana pasar uang dimana Akseleran bekerjasama dengan tanamduit sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD) sehingga membuka kesempatan seluas-luasnya agar setiap orang dapat berinvestasi dengan mudah dan murah,” jelas Ivan.

Dari sisi borrower, menurutnya, selain UKM dari berbagai sektor yang saat ini sudah dilayani, maka pada tahun ini Akseleran juga telah menyalurkan pinjaman yang terkait dengan penanganan atau penanggulangan dampak Covid-19.

Contohnya, sudah ada beberapa UKM penyedia proyek bantuan sosial Covid-19 yang didukung pendanaannya oleh Akseleran. Dari UKM untuk proyek bantuan sosial Covid-19 yang Akseleran dukung tersebut, Ivan menuturkan, ada lebih dari 340 ribu kepala keluarga yang menerima dampak positifnya.

“Kemudian kami melakukan tambahan alternatif produk pinjaman dengan skema Business to Business (B2B) digital commerce financing serta B2B2C employee loan dengan bekerja sama dengan berbagai mitra platform digital. Dan kami juga terus memperkuat jaringan sales point Akseleran yang saat ini sudah ada di Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Semarang, dan Medan,” tambah Ivan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT