15 September 2020, 18:40 WIB

Beberapa Kecamatan di Kalimantan Tengah masih Terendam Banjir


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

BANJIR masih menggenangi beberapa kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebanyak delapan kecamatan masih terendam banjir dengan ketinggian air beragam, sedangkan banjir di Kecamatan Suling Tambun sudah surut, berdasarkan perkembangan terkini hari ini, Selasa (15/9), pukul 12.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan menginformasikan kecamatan lain masih terendam dengan ketinggian air 100 hingga 200 cm. Berdasarkan pantuan BPBD, banjir yang menggenangi Desa Tumbang Langkai di Kecamatan Suling Tambun telah surut. BPBD juga menginformasikan cuaca pada Selasa (15/9), pagi tadi cerah berawan.

Baca juga: Terpetakan, Kawasan Rawan Banjir di Kabupaten Kulonprogo

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan dampak banjir yang terjadi pada Senin lalu (7/9) mengakibatkan lebih dari 4.000 KK terdampak. Data BPBD mencatat 4.509 KK atau 16.459 jiwa terdampak. Mereka mengungsi secara mandiri. Adapun kerugian materiil, sebanyak lebih dari 4.000 rumah terdampak.

"Rumah terdampak teridentifikasi di sembilan kecamatan, yakni Seruyan Tengah, Batu Ampar, Antang Kalang, Marikit, Mentaya Hulu, Seruyan Hulu, Suling Tambun, Manjul dan Danau Seluluk," kata Raditya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).

Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan oleh BPBD yaitu berkoordinasi dengan camat, kapolsek setempat, melakukan pengecekan lapangan dan menghimbau masyarakat agar waspada mengamankan harta bendanya apa bila sewaktu waktu debit air naik dan menyiapakan tempat pengungsian di masjid dan terminal.

Di samping itu, TRC BPBD Kabupaten Seruyan bersama Camat Manjul mendistribusikan bantuan berupa logistik kepada korban terdampak. Bupati Seruyan sedang mempersiapkan penetapan status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor.

Sementara itu, Hujan dengan intensitas tinggi memicu debit Sungai Tompe meningkat pada Minggu (13/9), pukul 15.00 waktu setempat. Luapan debit air itu mengakibatkan banjir di Desa yang juga bernama Tompe.

Pada bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala melaporkan 249 KK di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, terdampak, Sulawesi Tengah, terdampak. BPBD juga mencatat 133 rumah terendam, 1 jembatan rusak dan 1 rumah warga mengalami rusak ringan.

Menyikapi situasi tersebut, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Donggala melakukan kaji cepat dan evakuasi warga terdampak. Mereka juga melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan dasar sungai. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan.

Prakiraan cuaca pada Rabu (16/9) di wilayah Sulawesi Tengah, BMKG menginformasikan wilayah yang berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang. Sedangkan analisis InaRISK, Kabupaten Donggala merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Sebanyak 15 kecamatan dengan populasi 89.513 jiwa yang berada di wilayah risiko tersebut. (Fer/A-1)

BERITA TERKAIT