15 September 2020, 15:00 WIB

BI Jabar Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi


Bayu Anggoro | Nusantara

PEMULIHAN ekonomi di masa pandemi virus korona ini harus tetap diupayakan meski penyebaran penyakit tersebut belum berakhir. Perputaran roda ekonomi khususnya di masyarakat harus tetap berjalan meski pada sisi lain harus tetap mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto saat meluncurkan 2.020 QRIS UMKM di Kota Bogor, Selasa (15/9). Acara yang dilaksanakan di IPB International Convention Center bertujuan mendorong penerapan quick response code Indonesia standard (QRIS) untuk meningkatkan jumlah transaksi nontunai di masyarakat sekaligus menjadi respons Bank Indonesia atas perkembangan digitalisasi transaksi pembayaran yang berkembang sejak awal tahun lalu.

Baca juga: Insentif Pajak UMKM Minim Dimanfaatkan, Sosialisasi Digencarkan

Herawanto menjelaskan, struktur perekonomian dalam negeri sebagian besar ditopang oleh sektor perdagangan, manufaktur, dan transportasi. Oleh karena itu, pihaknya merekomendasi sejumlah upaya pemulihan ekonomi, seperti berjalannya kembali aktivitas perdagangan dengan protokol kesehatan secara disiplin.

Hal ini tidak terlepas dari dampak pandemi covid-19 yang diperkirakan panjang sehingga memengaruhi kecepatan pemulihan kinerja sektor perdagangan. Dia menjelaskan, terdapat beberapa keberpihakan yang harus dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan sektor tersebut.

Sebagai contoh, menurutnya Pemerintah Kota Bogor dapat mendukung proses pemulihan tersebut dengan menunda kenaikan UMK pada tahun 2021. Ini dikarenakan porsi terbesar biaya operasional industri padat karya adalah upah.

"Kebijakan relaksasi upah minimum kabupaten/kota (UMK), khususnya penundaan penyesuaian sampai kondisi keuangan dan kinerja industri membaik dapat membantu pemulihan ekonomi," katanya.

Seiring dengan semakin terbatasnya lahan untuk industri manufaktur berskala besar, dia juga menyontohkan Pemerintah Kota Bogor dapat terus mendukung pengembangan industri kreatif, termasuk industri berbasis media digital melalui penyediaan fasilitas dan sarana berupa tempat yang representatif, jaringan internet, dan pendampingan bisnis digital, serta pelatihan-pelatihan intensif dari para ahli. Selain itu, pengembangan industri kecil menengah (IKM/ UMKM) perlu diprioritaskan dengan menaik kelaskan mereka melalui penambahan kapasitas, peningkatan keterampilan  dan kualitas pelaku usaha, penggunaan teknologi tepat guna, digitalisasi; serta perluasan akses pasar melalui kegiatan promosi.

Untuk memastikan keberlangsungan pembangunan berbagai infrastruktur, khususnya proyek infrastruktur yang berdampak besar bagi ekonomi rakyat dan pemulihan ekonomi di era adaptasi kebiasaan baru, Kota Bogor dapat memanfaatkan proyek strategis nasional (PSN) yang berlokasi di daerahnya untuk pergerakan UMKM-UMKM di ekosistem tersebut.

"Iklim investasi juga perlu dijaga terutama sektor konstruksi yang cukup dominan di Kota Bogor, baik yang berskala besar maupun kecil," katanya.

Dalam memulihkan sektor pariwisata yang terdampak pandemi covid-19, perlu disusun strategi untuk memulihkan objek wisata berbasis alam, budaya, agro, olahraga terpadu dan produk kreatif.

Cara-caranya antara lain dengan pembukaan kembali wahana wisata, hotel dan restoran, serta UMKM produk kreatif, dengan menerapkan protokol kesehatan secara terukur. Aktivitas sektor pariwisata juga sangat memerlukan dukungan digitalisasi transaksi pembayaran (QRIS dan transaksi non tunai).

"Implementasi transaksi pembayaran nontunai diperlukan sebagai penerapan teknologi digital untuk mendukung proses produksi pada masa adaptasi kebiasaan baru," katanya.

Dia menjelaskan, QRIS bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih, di saat pandemi virus korona saat ini, cara tersebut diyakini mampu meminimalisasi penyebaran penyakit tersebut.

Lebih lanjut dia katakan, launching 2.020 QRIS UMKM ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mengelektronifikasikan transaksi baik di lingkungan pemerintahan maupun akses layanan publik masyarakat.

Selain itu, implementasi QRIS di sentra kuliner legendaris Teras Surya Kencana pada awal September lalu merupakan bukti nyata bahwa pemerintah Kota Bogor sangat serius dalam upaya digitalisasi guna mendukung recovery dan rebound perkonomian Kota Bogor. Berdasarkan data September 2020, tambah dia, telah terdapat lebih dari 964 ribu merchant di Jawa Barat yang sudah menggunakan QRIS.

Kota Bogor sendiri telah memiliki sekitar 65 ribu merchant QRIS atau ke-4 terbanyak di Jawa Barat. "Launching 2.020 QRIS UMKM ini sejalan dengan rekomendasi untuk memastikan kegiatan perdagangan dan industri kreatif sebagai kegiatan ekonomi utama di Kota Bogor, yang sebagian besar dilakukan oleh pelaku UMKM dapat tetap berjalan di masa pandemi covid-19 serta era adaptasi kebiasaan baru melalui fasilitasi transaksi secara nirsentuh," paparnya. (BY/A-1)

BERITA TERKAIT