15 September 2020, 19:53 WIB

Kang Emil : RS di Jabar Masih Bisa Tampung Pasien Covid-19


Dede Susianti | Nusantara

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, Rumah Sakit di provinsinya masih bisa menampung lonjakan pasien Covid-19. Menurutnya, kapasitas RS di Jabar, terisi 40% untuk penanganan Covid-19.

"Belum sampai 60, belum sampai 80 persen. Walaupun di dalamnya ada yang tinggi, ada yang rendah. Tapi rata rata diangka 40 persen,"ungkap Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu saat melantik tim pantau penanganan covid-19 di Kota Bogor, Selasa (15/9).

Emil mengakui di sejumlah wilayah di Jabar terjadi lonjakan kasus Covid-19, seperti di Kabupaten Bogor. Namun, ia memastikan kapasitas rumah sakit masih bisa menampung pasien Covid-19.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam laporannya ke Gubernur Jabar menyebutkan dari seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Bogor, baru 30 persen yang terisi.

"Keadaan terkini dari pandemi covid, Kabupaten Bogor berada di zona orange, berdasarkan informasi dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),"ungkapnya.

Iwan melaporkan di Kabupaten Bogor terdapat 29 RS yang 4 diantarannya merupakan RSUD. Jumlah kamar yang tersedia sebanyak 4.176 kamar. Dia mengungkapkan, Pada 10 September ada 1.315 pasien yang dirawat di RS karena positif mengidap Covid-19,

Baca juga : Tak Pakai Masker di Lembata, Siap-siap Disanksi Kerja Sosial

Selain 29 rumah sakit, Iwan menyebutkan bahwa Pemkab Bogor juga memiliki rumah sakit darurat khusus penanganan covid-19, yang berada di Kecamatan Kemang. Jumlah kamar yang tersedia di rumah sakit darurat khusus covid itu sebanyak 87 kamar dan terisi 48 kamar.

Iwan juga melaporkan rata rata per hari perkembangan kasus positif covid-19 di Kabupaten Bogor berlangsung dinamis Bahkan pernah menembus angka 45 kasus dalam satu hari. Namun demikian diimbangi dengan angka kesembuhan yang rerata mencapai 30 pasien.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan Penandatangan Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Penanganan dan Perawatan pasien Covid-19 asal Kota Bogor. Penandatangan dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya dengan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Shindu Setiatmoko di gedung PPSDM, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Gedung yang memiliki 2 lantai berisi 23 kamar dengan 122 tempat tidur tersebut dijadikan Pusat Isolasi pasien Covid-19 yang berkategori ringan atau orang tanpa gejala (OTG), sedangkan yang bergejala tetap dirawat di RS rujukan.

Sementara itu disediakan juga ruangan bagi tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 20 kamar dengan jumlah 40 bed. Nantinya para pasien OTG dan tenaga kesehatan akan menggunakan APD lengkap, disediakan juga tempat olahraga dan berjemur serta ruang serbaguna. (OL-7)

BERITA TERKAIT