15 September 2020, 18:55 WIB

Pemkab Lembata Kembali Batasi Pelayaran antar Pulau


Alexander P. Taum | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai membatasi frekwensi pelayaran dari dan menuju pulau Lembata. Kebijakan ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTT dalam beberapa pekan ini. Padahal, baru tiga hari Pemkab setempat mengeluarkan surat untuk menormalkan kembali pelayaran setiap hari dalam seminggu.

Pembatasan pelayaran tersebut dialamatkan kepada pemilik dan operator pelayaran swasta (pelayaran rakyat)/operator sarana transportasi, Pelayaran Rakyat yang melayani penumpang dari dan ke wilayah Lembata.

Surat  dengan Nomor : TUK. 550/1771/AP/VIII/2020, Jumat  11 September 2020, ditandatangani Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali.

Dalam SK tersebut Pemkab Lembata menjadwal ulang Operasi Kapal dan Frekwensi Pelayaran Rakyat yang semula operasinya tidak dibatasi lagi. Jadwal yang direvisi yakni:

1. Frekwensi pelayaran antar pulau menggunakan angkutan umum, pelayaran rakyat yang semula di ubah menjadi Seminggu tujuh kali atau setiap hari atau di ubah lagi menjadi 5 (lima) hari yakni hari Sabtu, Minggu, Senin, Selasa dan Rabu.

2. Perubahan frekwensi jadwal pelayaran sebagaimana di maksud pada poin 1 di atas berlaku terhitung mulai hari Selasa, 15 september 2020 dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan  penyebaran covid-19.

3. Pengoperasian kapal-kapal Pelra sebagaimana jadwal tersebut, wajib memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan sebagaimana dan memastikan yang diperbolehkan yang melakukan perjalanan 50 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

4. Dalam rangka pengawasan dan pengendalian pelaksanaan ketentuan pada point 3 (tiga) di atas, maka tim gabungan akan melakukan Sidak (Inspeksi mendadak). (OL-13)

Baca Juga: Ribuan Warga Indramayu Terjaring Razia Protokol Kesehatan

 

BERITA TERKAIT