15 September 2020, 17:40 WIB

Emil: Empat Kota di Jabar Zona Merah Covid, Klaster Keluarga Naik


Dede Susianti | Megapolitan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan saat ini ada empat kota/kabupaten di Jawa Barat (Jabar) yang kasus baru covid-19 tinggi. Oleh karena itu, oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pusat dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) status empat kota/kabupaten tersebut ditetapkan sebagai zona merah.

"Hari ini 4 daerah zona merah. Salah satunya memang karena ada peningkatan kasus. Kota Bogor, Kota Depok. Makanya saya selesai dari sini ke Depok. Kemudian Bekasi dan Cimahi," kata gubernur yang akrab disapa Kang Emil atau RK itu.

Sisanya, lanjut Emil, adalah zona resiko, sedang dan kuning. Dia menyebut selama enam bulan ini perubahan status terjadi secara berputar.

"Selama 6 bulan muter-muter. Hampir 60 persen ada di Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi). Makanya tantangan Pak Bima ini luar biasa, sehingga butuh inovasi-inovasi yang kuat. Tadi, kasus kan meningkat kita waspadai kasus impor, yaitu orang yang keluar masuk dan klaster keluarga lagi naik," papar Emil.

Sementara itu, status zona merah Kota Bogor ini merupakan yang kedua. Sebelumnya sempat berubah turun ke zona orange, namun karena terus terjadi penambahan kasus covid-19, sehingga statusnya kembali berubah.

Emil juga menjelaskan bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) di Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor sudah tepat.

Baca juga: Mobilitas Penduduk di Tempat Transit Masih Sangat Lamban

"PSBMK sudah on the track. Tadi kan sudah diapresiasi oleh pemerintah pusat juga. Covid-19 ini mengajarkan saya harus adil. Oleh karena itu di Jabar ini harus dibagi tiga manajemennya," tandas Emil.

Dia menyebutkan manajemen Bodebek ada satu cara. Kemudian manajemen kota seperti Kota Bandung dan Tasik yang padat, tapi non Bodebek, cara kedua. Dan sisanya yakni kabupaten itu cara ketiga.

Oleh karena itu, menurut Emil, program edukasi melalui tokoh masyarakat dan pemuda sangat efeketif. "Seperti di Kota Bogor, sesuai hasil surveinya, masih ada 16 persen warga Kota Bogor yang masih belum percaya atau belum tahu tentang covid-19," ujar Emil.

Tapi, imbuh Emil, saya hargai orang-orang Bogor, hasil survei tingkat kedermawanan, tingkat indeks solidaritasnya tinggi sekali. "Menandakan orang Bogor teh balalageur," pungkasnya. (OL-14).

 

BERITA TERKAIT