15 September 2020, 17:23 WIB

Mobilitas Penduduk di Tempat Transit Masih Sangat Lamban


M. Iqbal Al Machmudi | Megapolitan

BADAN Pusat Statistik (BPS) kembali merilis aktivitas penduduk di tempat transit seperti di bandara, halte, stasiun dan sebagainya pergerakannya masih berjalan sangat lamban.

Kepala BPS Suhariyanto, mengungkapkan hingga posisi akhir Agustus mobilitas penduduk di tempat transit berada di 32% di bawah baseline. Pergerakan tersebut dibandingkan dengan kondisi normal pada 3 Januari sampai 6 Februari 2020.

Baca juga: Protokol Kesehatan, Bawaslu tidak Bisa Hukum Peserta Pilkada 

"Hal ini sejalan indikator yang dirilis kami 1 September. Bahwa penerbangan domestik menunjukkan angka yang menggembirakan tetapi bila dibandingkan masih di bawa 79%," kata Suhariyanto saat konferensi pers secara daring, Selasa (15/9).

Namun, angka minus 32% tersebut mengalami kemajuan bia dibandingkan dengan mobilitas penduduk di tempat transportasi pada bulan Juli yang mencapai minus 35,3%.

Untuk transportasi kereta api juga masih menunjukkan pergerakan di bawah baseline yakni minus 68%. Hal yang sama juga terjadi di kapal atau transportasi laut masih negatif 61,16%.

"Sehingga bisa dilihat dari 4 spot yang diamati BPS dengan menggunakan Google Mobility Index ini, pergerakannya di tempat transit cenderung lebih lambat dibandingkan dengan tempat lainnya," ujar Suhariyanto.

Namun, lanjut Suhariyanto, hal itu bisa dipahami karena syarat dari berpegian sendiri masih membutuhkan surat keterangan seperti rapid test, swab test atau keterangan sehat.

"Selain itu masih ada rasa keengganan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT