15 September 2020, 16:20 WIB

Ketua DPR Minta Pembatasan Kampanye Berkerumun di Pilkada


Sri Utami | Politik dan Hukum

MEMASUKI tahapan Pilkada serentak Desember mendatang Ketua DPR Puan Maharani meminta seluruh peserta pilkada menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan covid-19 pada seluruh tahapan Pilkada 2020. Pasangan calon kepala daerah dituntut kreatif saat kampanye di masa pandemi.

“Kampanye Pilkada harus semakin kreatif agar visi dan misi calon tetap tersampaikan ke masyarakat dan protokol cegah covid-19 harus tetap terjaga,” ujarnya.

Para calon kepala dan wakil kepala daerah, pendukungnya, serta masyarakat harus bersama saling mengingatkan penerapan protokol kesehatan pada saat kampanye. Semua aktivitas kampanye kata Puan, harus dilakukan dengan mengenakan masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak fisik.

“Batasi pertemuan-pertemuan yang berkerumun. Kita semua wajib melaksanakan protokol covid-19 untuk menyukseskan Pilkada,” imbuhnya dalam rilis, Selasa (15/9).

Kekhawatiran Puan sama dengan kekhawatiran banyak pihak mengenai akan munculnya klaster Pilkada jika protokol kesehatan diabaikan dalam tahapan pilkada serentak.

Berdasarkan laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebanyak 243 bakal pasangan calon kepala-wakil kepala daerah yang diduga melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19. Temuan dugaan pelanggaran itu terjadi pada masa pendaftaran calon Pilkada, sejak 4-6 September 2020.

Dugaan pelanggaran itu dilakukan sebanyak 141 bakal pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan pada hari pertama dan 102 bakal pasangan calon yang melanggar pada hari kedua. (OL-4)

BERITA TERKAIT