15 September 2020, 14:20 WIB

Bike to Work Ingatkan Pesepeda untuk Patuhi Protokol


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Pendiri komunitas Bike to Work Poetoet Soedarjanto mengapresiasi minat masyarakat yang meninggi untuk menggunakan sepeda di tengah pandemi covid-19. Namun, ia mengingatkan agar hal itu dibarengi dengan kepatuhan pengguna sepeda terhadap protokol baik protokol berlalu lintas maupun protokol kesehatan.

"Harus taat keduanya. Jangan sampai pesepeda itu mengganggu pengguna jalan yang lain dan juga ikut menularkan virus," kata Poetoet dalam webinar bertajuk 'Bijak Bertransportasi di Tengah Pandemi Covid-19' hari ini.

Protokol dalam berlalu lintas misalnya adalah tetap menggunakan lajur paling pinggir kiri di jalan-jalan raya atau menggunakan jalur sepeda yang sudah ada.

"Jangan ke tengah-tengah meskipun areanya sepi. Tertib dalam bersepeda, menggunakan helm, dan mematuhi rambu. Jangan sampai kita buat celaka orang lain maupun diri kita sendiri," jelasnya.

Baca juga: Ini Saran Ketua IDI Bertransportasi Umum di Tengah Pandemi

Di samping itu, karena saat ini pandemi covid-19 tengah melanda, Poetoet yang sudah 15 tahun bersepeda untuk menuju tempat kerjanya ini juga mengingatkan agar pesepeda juga mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker dan menjaga jarak antarpesepeda.

"Jangan sampai kita ketularan orang lain atau menulari orang lain. Protokol kesehatan harus selalu dijaga," ujar Poetoet.

Menurutnya, pandemi ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk berkampanye tentang transportasi yang ramah lingkungan di antaranya adalah dengan sepeda.

Sepeda juga menjadi pilihan untuk mengatasi permasalahan first mile and last mile yang belum merata diatasi di seluruh wilayah Ibu Kota termasuk Bodetabek.

"Seperti saya. Jarak rumah ke tempat kerja saya adalah 24,5km. Angkutan umum kira-kira hanya ada di 15 km. Sisanya, kalau saya tidak naik sepeda maka saya akan kesulitan. Sepeda ini jika bisa dikembangkan dengan baik kebijakannya bisa mengatasi berbagai macam masalah seperti polusi, kemacetan, dan permasalahan pandemi karena orang bersepeda minim menularkan ke orang lain. Tidak seperti naik angkutan umum," tandas Poetoet. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT