15 September 2020, 13:39 WIB

Laju Rupiah dan Saham Tunjukan Perbaikan Ekonomi


Fetry Wuryasti | Megapolitan

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini ekonomi Indonesia mulai menunjukan pergerakan perbaikan dari keterpurukan masa pandemi.

Dari segi mata uang, kata Airlangga, menggunakan patokan sejak 1 April 2020 sebagai titik terendah akibat covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia.

"Sampai hari ini, apresiasi rupiah terhadap dolar AS (dalam rentang waktu tersebut) sudah lebih baik," kata Airlangga dalam webinar Sarasehan 100 Ekonom, Selasa (15/9).

Merujuk pada data investing.com, pada awal April, rupiah tercatat berada pada angka Rp16.450 per dolar AS dan per hari ini, Selasa (15/9), rupiah berada pada Rp14.835 per dolar AS atau terapresiasi sekitar sebesar 10,8% dalam rentang waktu tersebut.

Baca juga: Sepekan, Nilai Tukar Rupiah Berada di Level Rp14.850 per USD

Demikian juga pada sektor saham, merujuk investing.com, per awal April, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level 4.466,04 dan hari ini, Selasa (15/9), per sesi 1, IHSG sudah di level 5.096,69 per saham atau rebound sekitar 14%.

"Kami monitor sampai hari ini, beberapa sektor menglami pertumbuhan, seperti pertanian (26%), sektor kimia (21%), aneka industri (17%), manufaktur pertambangan (16%), sektor keuangan (14%), dan infrastruktur (4%). Artinya, tren yang bisa ditangkap bahwa ekonomi membaik. Jumat kemarin (11/4) adalah trading terbesar sepanjang sejarah. Artinya tradenya positif karena merespon kebijakan pemerintah penanganan pandemi covid-19," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT