15 September 2020, 11:15 WIB

Badai Sally Segera Tiba, AS Peringatkan Penduduknya


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Badai yang baru terbentuk mendekati Pantai Teluk Amerika Serikat (AS) mengancam beberapa negara bagian AS bagian selatan termasuk Florida, Mississippi, dan Alabama.

Badai Sally berkembang menjadi badai kategori dua pada Senin (14/9). Badai tersebut diperkirakan akan mendarat pada Rabu (16/9) pagi.

Badai Sally akan membawa hujan lebih dari 30 cm hujan dan angin berkecepatan 85mph (135 km/jam) angin ke beberapa daerah. Selain itu, ada potensi gelombang badai yang mematikan, kata para pejabat.

Baca juga: 500 Ribu Orang Terdampak Banjir di Sudan Selatan

Musim badai tahun ini sangat aktif.

Untuk kedua kalinya dalam sejarah yang tercatat, ada lima badai tropis yang bergolak di cekungan Atlantik pada saat yang bersamaan.

Gubernur Louisiana John Bel Edwards, yang negara bagiannya masih belum pulih dari Badai Laura bulan lalu, Senin (14/9), memperingatkan penduduk agar bertindak bijak dan aman.

Alabama dan Mississippi masing-masing mengumumkan keadaan darurat untuk mengantisipasi badai, yang pada pukul 21.00, Senin, berlokasi 145 mil tenggara Biloxi, Mississippi, dan bergerak menuju daratan dengan kecepatan 6 mph.

Gubernur Mississippi Tate Reeves mengatakan Sally diperkirakan akan mendarat di dekat Biloxi sekitar pukul 02.00, Rabu.

National Hurricane Center (NHC) mengatakan badai telah bergeser dan diperkirakan tidak akan langsung melanda Louisiana, tetapi masih dapat menyebabkan gelombang badai yang dapat memicu banjir besar.

"Kekuatan badai diperkirakan meningkat malam ini dan Selasa pagi dan Sally diperkirakan akan menjadi badai berbahaya saat bergerak ke darat," NHC memperingatkan.

Di New Orleans, penduduk yang tinggal di luar sistem perlindungan tanggul kota telah diperintahkan untuk mengungsi dari rumah mereka.

Pada Senin, hampir 80.000 rumah di Louisiana mengalami pemadaman daya listrik akibat badai Laura, yang melanda tiga minggu sebelumnya.

Selain Sally, ada empat siklon tropis lainnya, yaitu Paulette, Rene, Teddy, dan Vicky. Semua badai tersebut berputar-putar di cekungan Samudra Atlantik.

Pakar perubahan iklim mengaitkan laju perkembangan badai besar tahun ini termasuk parahnya kebakaran hutan yang saat ini melanda Pantai Barat AS adalah efek perubahan iklim. (BBC/OL-14)

BERITA TERKAIT