15 September 2020, 10:30 WIB

Dewas KPK Jalani Swab, Sidang Putusan Kasus Etik Ditunda


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

DEWAN Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda sidang putusan kasus dugaan pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo. Pembacaan putusan yang sedianya dilakukan hari ini, Selasa (15/9), ditunda lantaran para anggota Dewas harus menjalani uji usap covid-19.

"Anggota Dewas dan semua pegawai di sekretariat Dewas akan menjalani swab karena salah satu pegawai KPK yang positif berkontak dengan pegawai lainnya dan juga anggota Dewas," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (15/9).

Persidangan dengan agenda pembacaan putusan pun rencananya ditunda hingga pekan depan yakni Rabu (23/9).

Ali Fikri mengatakan penundaan agenda sidang dilakukan karena dibutuhkannya tindakan cepat pengendalian covid-19 di lingkungan KPK. Dari hasil pelacakan kontak, ditemukan indikasi interaksi antara pegawai yang positif covid-19 dengan anggota Dewas KPK sehingga pada hari ini akan dilakukan uji usap.

Baca juga : MAKI Sesalkan Penundaan Putusan Dugaan Pelanggaran Etik 

Sejak wabah korona terjadi Maret lalu, komisi antirasuah mencatat sedikitnya 69 pegawai positif terpapar covid-19 dan 31 di antaranya dinyatakan sembuh.

Adapun Dewas KPK sebelumnya sudah menyatakan pemeriksaan dalam kasus etik Firli Bahuri telah selesai dan menunggu pembacaan putusan. Sidang pemeriksaan telah digelar tiga kali.

Firli Bahuri sebelumnya diadukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) lantaran menggunakan helikopter mewah saat perjalanan pribadi dari Palembang ke Baturaja, Sumatera Selatan, pada 20 Juni lalu.

Dalam kasus itu, Firli sebagai terperiksa diduga melanggar kode etik dalam Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 02 Tahun 2020 yakni Pasal 4 ayat (1) huruf c atau Pasal 4 ayat (1) huruf n atau Pasal 4 ayat (2) huruf m dan/atau Pasal 8 ayat (1) huruf f.

Pasal-pasal tersebut mengatur mengenai nilai integritas dan kepemimpinan meliputi kewajiban menjaga citra KPK, tindakan yang selalu melekat sebagai insan KPK, larangan bergaya hidup hedonisme, dan wajib menunjukkan keteladanan perilaku sehari-hari.

Secara terpisah, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo membenarkan penundaan sidang putusan Dewas tersebut. Sedianya, Yudi juga akan menerima putusan dalam kasus etik terkait pernyataannya dalam polemik pengembalian penyidik Kompol Rossa Purbo Bekti.

"Benar ada penundaan sidang putusan etik dari yang seharusnya hari ini menjadi Rabu, 23 september 2020. Dewas pun sudah menyampaikan alasan penundaannya dan juga sudah memberikan surat panggilan untuk hadir di minggu depan. Saya memahami penundaan ini dan siap hadir untuk mendengarkan putusan," ujar Yudi.

Yudi menambahkan KPK pekan lalu memang melakukan pelacakan kontak terkait pegawai yang terpapar virus korona. Ia juga telah menjalani uji usap covid-19 pada pekan lalu dan hasilnya kini sudah diketahui yakni negatif.

"Untuk hasil swab saya yang diselenggarakan KPK minggu lalu untuk men-tracing, alhamdulillah hasilnya sudah keluar yaitu negatif," ucapnya. (P-5)

BERITA TERKAIT