15 September 2020, 09:42 WIB

Pandemi Bikin Industri Sepak Bola Brasil Kembang-Kempis


Adiyanto | Sepak Bola

BRASIL identik dengan sepak bola. Mereka paling banyak merebut trofi Piala Dunia, yakni lima kali. Negeri Samba juga merupakan negara yang paling banyak mengekspor pesepak bola. Menurut laporan Pusat Studi Olahraga di Swiss, pada Mei lalu,  Brasil mengekspor 2.742 pesepakbola ke luar negeri. Jumlah itu di atas Argentina yang mengekspor 2.330 pemain, serta Prancis (1.740).

Namun, pandemi virus korona telah memorakmorandakan itu semua. Bursa transfer internasional merosot, serta memengaruhi keuangan klub yang bergantung pada kesepakatan menguntungkan untuk talenta muda mereka.

Menurut hitungan AFP data dari situs web Transfermarkt, jumlah pemain Brasil yang ditransfer ke klub asing turun 62 % selama bursa transfer musim panas Eropa tahun ini.

Dari 1 Juni hingga 8 September tahun lalu, sebanyak 194 pemain di klub Brasil  bermain di luar negeri, baik dengan status pinjaman maupun ditransfer. Tahun ini, jumlahnya hanya 74.

"Pasar transfer telah melambat. Klub berusaha untuk tidak mengeluarkan banyak uang karena situasi keuangan setiap orang sedang sulit," kata komentator ESPN, Gustavo Hofman.

Seorang jurnalis bisnis olahraga di harian Globo, mengatakan pandemi membuat pihak berwenang di Brasil membatalkan semua pertandingan sepak bola selama hampir empat bulan, menghancurkan sponsor klub, TV, dan pendapatan dari tiket.

Fenomena krisis ekonomi ini menarik, karena transfer internasional sepak bola yang babak-belur telah menyebabkan mata uang Brasil anjlok terhadap dolar dan euro. Itu berarti nilai  (uang) yang dibawa pulang untuk klub-klub Brasi meningkat, di saat mereka berjuang untuk memenuhi kebutiuhan dari pendapatan lainnya.

“Tapi, klub-klub Eropa juga sedang mengencangkan ikat pinggang mereka, karena mereka juga berjuang dengan ketidakpastian ekonomi akibat pandemi,” kata salah seorang agen pemain, Edgardo Aguilar.

Nilai transfer yang ditangani perusahaannya, Soccer Stars Group, anjlok hingga 70 % tahun ini.

Efek berantai

Situasi yang terjadi di Brasil juga berdampak ke negara-negara Amerika selatan lainnya. Selain mengekspoer pamain,  klub-klub di Brasil juga merupakan importir utama para talenta dari negara-negara di sekitarnya seperti Uruguay, Peru, dan Kolombia.  Tapi tahun ini, klub-klub itu secara drastic mengurangi kesepakatan transfer untuk pemain asing

"Mereka pada dasarnya puas dengan pemain yang sudah ada di pasar di Brasil," kata seorang agen pemain dari Kolombia, Carlos Calero.

Dia biasanya menjadi perantara tiga kesepakatan per musim untuk mengirim pemain dari tempat lain di Amerika Selatan ke klub Brasil. Namun, tahun ini, dia belum melakukan apapun. (M-4)

BERITA TERKAIT