15 September 2020, 10:05 WIB

Dua Tahun Ujicoba, Server Microsoft ini Diangkat dari Bawah Laut


Bagus Pradana | Weekend

Dua tahun lalu, Microsoft menenggelamkan pusat data mereka di lepas pantai Orkney, Skotlandia dalam sebuah eksperimen bertajuk project Natick.

Namun, pusat data tersebut baru-baru ini telah diangkat dari dasar laut oleh pihak Microsoft, dan kini sedang dianalisis oleh para peneliti raksasa teknologi tersebut untuk dinilai kinerja serta efisiensi energi yang didapat selama proses penenggelaman tersebut.

Kesimpulan pertama para peneliti tersebut adalah bahwa silinder yang ditenggelamkan dalam laut dengan server yang menyala, ternyata memiliki tingkat kegagalan yang lebih rendah daripada pusat data konvensional yang dikelola di darat.

Ketika peti kemas diangkut dari dasar laut yang berjarak sekitar setengah mil dari lepas pantai Orkney setelah ditempatkan di sana dari Mei 2018, hanya delapan dari 855 server  dalam silinder tersebut yang gagal.

"Tingkat kegagalan kami di air adalah seperdelapan dari apa yang kami capai di darat," ungkap Ben Cutler selaku pemimpin Project Natick seperti dilansir bbc.com, Senin(14/9).

Tim memprediksi keberhasilan dalam eksperimen tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh fakta bahwa tidak ada manusia di dalam silinder tersebut dan bahwa nitrogen, bukan oksigen yang dipompakan ke dalam kapsul.

"Kami pikir itu ada hubungannya dengan atmosfer nitrogen yang mengurangi korosi dan menjaga suhu server tetap dingin, serta tidak adanya orang-orang membenturkan benda-benda tersebut," sambung Cutler.

Kawasan Orkney dipilih untuk eksperimen tersebut oleh Microsoft karena sebagian kawasan itu merupakan pusat penelitian energi terbarukan yang beriklim sedang - bahkan mungkin dingin - sehingga akan sangat membantu menghemat biaya pendinginan komputer apalagi jika berada di bawah air.

Saat diangkat dari dasar laut silinder putih yang menjadi wadah dari server-server penyimpanan Microsoft tersebut muncul dengan lapisan ganggang dan anemon laut yang menyelimutinya. Namun, server masih berfungsi dengan baik dan kini sedang diperiksa dengan cermat oleh tim peneliti terkait kinerjanya.

Selain untuk mengembangkan alternatif penyimpanan data, Project Natick dilaksanakan sebagai upaya untuk mempelajari efisiensi energi dalam komputasi 'cloud'.

"Kami telah melihat kinerja yang sangat baik dari pusat data bawah air ini,  dibandingkan dengan kebanyakan pusat data berbasis lahan," papar Spencer Fowers, salah satu tim teknis di Project Natick.

Dengan diangkatnya silinder server Microsoft di pantai Orkney pada hari senin (14/9), menandakan eksperimen ini sudah berakhir.

Para peneliti yang terlibat dalam eksperimen ini berharap kedepannya Project Natick dapat dikembangkan menjadi penyimpanan data yang ramah lingkungan. "Kami pikir, kami telah melewati titik di mana ini adalah eksperimen sains," kata Ben Cutler.

"Sekarang ini yang tersisa adalah pertanyaan tentang apa yang ingin kita rancang ke depannya?," pungkas Ben. (M-4)

BERITA TERKAIT