15 September 2020, 07:55 WIB

Kebakaran Hutan Meluas di AS, Biden Sebut Trump Perusak Iklim


Faustinus Nua | Internasional

KANDIDAT presiden dari Partai Demokrat Joe Biden medesak tindakan segera untuk mencegah perubahan iklim. Hal ini diungkapkan menyusul terjadinya kebakaran hutan di bagian Barat AS yang memburuk, menewaskan puluhan orang serta menghanguskan lima juta hektare di 10 negara bagian tahun ini.

Biden, yang merupakan mantan wakil presiden, dalam pidatonya di luar Museum Sejarah Alam Delaware di Wilmington mengungkapkan akan bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris untuk mengurangi emisi rumah kaca. Dia juga berjanji akan memacu pengembangan energi terbarukan melalui langkah-langkah seperti mengalihkan armada kendaraan federal dari bahan bakar fosil ke tenaga listrik.

Namun, menurutnya, negara itu tidak akan aman di tangan Trump. Setelah menarik diri dari perjanjian, Biden menyebut perubahan iklim yang digaungkan kembali Presiden AS itu sebagai tipuan.

"Jika Anda memberi seorang pelaku pembakaran iklim empat tahun lagi di Gedung Putih, mengapa terkejut jika kita memiliki lebih banyak kebakaran Amerika," kata Biden.

"Kami membutuhkan presiden yang menghormati sains, yang memahami kerusakan akibat perubahan iklim sudah ada di sini dan itu akan segera menjadi bencana yang lebih besar," imbuhnya.

Setidaknya, 35 orang telah tewas ketika api terus berkobar di seluruh negara bagian barat, menghancurkan lingkungan dan mengaburkan udara. Lima dari 10 kebakaran terbesar di California dalam sejarah terjadi tahun ini. Asap menyelimuti San Francisco, Portland, dan Seattle dengan kualitas udara paling buruk di dunia.

Baca juga: Korban Tewas Kebakaran Hutan di Pantai Barat AS Meningkat

Kebakaran hutan telah menyebabkan kerusakan dengan kerugian mencapai US$50 miliar di California selama dua tahun terakhir. Gubernur Demokrat di negara bagian tersebut bentrok dengan Trump atas peran yang dimainkannya terkait perubahan iklim dalam kebakaran.

Penelitian mengaitkan kebakaran hutan yang lebih besar dengan tanaman yang mengering karena pemanasan akibat pembakaran bahan bakar fosil. Gubernur Washington Jay Inslee menyebut perubahan iklim sebagai "ledakan api atas negara bagian kita di Barat".

Tetapi Trump menyalahkan pengelolaan hutan yang buruk, yang seharusnya menipiskan pohon dan mengurangi semak belukar untuk mengurangi bahan bakar penyebab kebakaran.

"Kami juga berdoa untuk semua orang di seluruh Barat yang terkena dampak kebakaran hutan yang menghancurkan," kata Trump hari Minggu di Henderson, Nevada.

"Kami benar-benar menginginkan pengelolaan hutan. Kami ingin pengelolaan hutan".

Usulkan US$2 Triliun untuk Energi Terbarukan

Biden telah mengusulkan dana sebesar US$2 triliun untuk memacu pengembangan teknologi seperti menghasilkan energi tanpa emisi karbon pada tahun 2035.

"Kita harus bertindak sebagai sebuah bangsa. Seharusnya tidak terlalu buruk, hingga membuat jutaan orang Amerika hidup dalam bayang-bayang langit oranye dan dibiarkan bertanya: Apakah hari kiamat di sini?" tutur Biden.

Dia mengatakan masalah itu melampaui kebakaran hingga rekor musim badai, banjir di Midland, Michigan, dan dekade terhangat dalam sejarah yang membuat Arktik benar-benar mencair.

"Saya tahu perasaan dan kecemasan ini melampaui api. Itu terjadi di mana-mana dan sekarang. Hal itu memengaruhi kita semua," tutupnya.(USAToday/OL-5)

BERITA TERKAIT