15 September 2020, 02:45 WIB

Pada 2021, Penderita Tb Terima Rp3 Juta


(Wan/Ant/H-1) | Humaniora

UNTUK pengalokasian anggaran tahun depan, Kementerian Sosial menambah komponen penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk penderita penyakit tuberkulosis (Tb) sebesar Rp3 juta per tahun.“

Targetnya ialah mereka yang menderita penyakit Tb sebanyak 9.000 jiwa, dengan indeks Rp3 juta per tahun,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, kemarin

Dia menjelaskan bantuan tersebut dimanfaatkan pe-nerima PKH guna keperluan mengantarkan anggota keluarga yang menderita Tb ke klinik agar rutin berobat dan juga untuk membeli makanan bergizi.

Penderita Tb tersebut masuk komponen kesehatan dalam PKH. Selama ini komponen kesehatan PKH untuk ibu hamil agar memeriksakan kandungan ke fasilitas kesehatan, juga bagi anak usia dini untuk pemenuhan makanan bergizi.

Sebelumnya PKH terdiri atas komponen ibu hamil, anak usia dini, anak usia sekolah SD hingga SMA, warga lansia ti-dak mampu, dan penyandang disabilitas berat. PKH sebagai program pri-oritas nasional mendapatkan alokasi anggaran di Kemensos sebesar Rp30,4 triliun untuk program jaminan sosial keluarga, dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Indonesia.

Sementara itu, pada rapat dengar pendapat kemarin, Komisi VIII DPR menyetujui anggaran Kemensos sebesar Rp30,9 triliun untuk perlin-dungan dan jaminan sosial pada 2021.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzily dan diikuti seluruh jajaran pejabat tinggi madya Kemensos itu merupakan tindak lanjut dari rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Mensos Juliari P Batubara pada 3 September 2020, yang menyepakati pagu anggaran Kemensos di 2021 sebesar Rp92,8 triliun.

Salah satu poin kesepa-katan ialah untuk mengan-tisipasi meningkatnya angka kemiskinan akibat covid-19 yang diprediksi berlanjut sampai tahun depan. (Wan/Ant/H-1)

BERITA TERKAIT