15 September 2020, 06:30 WIB

Pemulihan Ekonomi sudah On The Track


M Ilham RA | Ekonomi

DEPUTI Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebut kebijakan pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional sudah di jalur yang tepat.

“Kebijakan pemerintah kan sudah di track yang benar,” tegas Iskandar, kemarin.

Hal itu disampaikannya untuk menanggapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II yang diterapkan di DKI Jakarta mulai kemarin.

Ia menjelaskan pemerintah akan terus menjalankan kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menjaga momentum perbaikan di berbagai indikator ekonomi. Meski pembatasan ketat berlaku kembali, Iskandar bilang pemerintah akan mengupayakan peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan.

“Pemerintah akan melakukan operasi yustisi yang tegas mulai minggu ini untuk menegakkan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) ke masyarakat. Sehingga kemungkinan yang terkena covid-19 menurun. Itu strategi yang efektif untuk memberikan sentimen positif pada pasar,” jelasnya.

“Saat ini momentum perbaik­an tetap terjaga karena aktivitas bisnis tetap bisa berjalan dengan protokol penanganan covid-19 pada era PSBB ini,” sambung Iskandar.

Ia menekankan pasar saham dan keuangan sempat terjun bebas lantaran pengumuman yang dilakukan secara mendadak dan disampaikan secara tidak utuh.

“Maka itu, komunikasi harus lebih baik pada era pandemi ini dan hal tersebut telah diingatkan kembali kepada Gubernur DKI pada rapat koordinasi,” pungkas Iskandar.

IHSG melambung

Pada penutupan kemarin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada hari pertama penerapan PSBB di DKI Jakarta.

IHSG ditutup menguat 145,12 poin atau 2,89% ke posisi 5.161,83. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 25,8 poin atau 3,44% menjadi 805,12.

“PSBB tidak ketat, jadi market tidak khawatir. Dari eksternal, pasar mengapresiasi lanjutnya uji coba vaksin covid-19 dari Astra Zeneca,” kata Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama, kemarin.

Begitu juga dengan nilai tukar rupiah yang menguat dalam penutupan transaksi antarbank di Jakarta kemarin sore. Hal itu sebagai respons positif pasar terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo soal PSBB.

Rupiah kemarin sore ditutup menguat 10 poin atau 0,07% menjadi 14.880 per dolar AS dari sebelumnya 14.890 per dolar AS.

“Hari ini pasar sudah mendapat jawaban positif dari Presiden Jokowi, yang pada intinya kepala daerah jangan terburu-buru dalam memutuskan menutup wilayahnya untuk mencegah penyebaran covid-19,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Ia menuturkan investor masih memilih ‘wait and see’, menunggu dampak nyata dari pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta.

“Sembari menunggu dampak tersebut, investor memilih menahan diri. Pelaku pasar, terutama asing, masih akan memantau sejauh mana PSBB di Jakarta memengaruhi kinerja perekonomian nasional,” kata Ibrahim. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT