15 September 2020, 05:10 WIB

Klaster Pilkada Sumbang Kasus Terbanyak di Boyolali


WJ/RK/YR/RF/SL/MR/YH/JI/N-2 | Nusantara

KEKHAWATIRAN banyak pihak bahwa pilkada akan menjadi klaster baru penjangkitan mulai jadi kenyataan. Meski masa kampanye dan pencoblosan belum berlangsung, di Boyolali, Jawa Tengah, 103 pengawas pemilu dipastikan positif covid-19.

“Bawaslu menjadi klaster dengan kasus terbanyak. Kami sudah melakukan tes usap terhadap 344 petugas pengawas pemilu, dan 103 di antaranya positif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Ratri S Survivalina, kemarin.

Hasil pemeriksaan juga mendapati 230 petugas lapangan Bawaslu tidak terjangkit. Dinas kesehatan masih menunggu hasil untuk 11 petugas lainnya.

Selain Bawaslu, klaster lain dengan jumlah kasus tinggi ialah kantor BPJS Kesehatan. Ada 9 pegawai terkonfirmasi positif.

Total kasus di daerah ini sudah mencapai 700 pasien terkonfirmasi positif. Sebanyak 327 pasien sudah sembuh dan 23 orang meninggal dunia.

Di Riau, Ketua KPUD Ilham Muhammad Yasir, 45, juga dinyatakan positif terjangkit. Ia melakukan isolasi mandiri.

“Seluruh komisioner KPUD Riau dan para staf sudah menjalni tes cepat dan tes usap. Semua negatif,” kata anggota KPUD Nugroho Noto Susanto.

Kekhawatiran munculnya klaster covid-19 dari arena pesta demokrasi juga dilontarkan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah. “Pandemi di NTB memperlihatkan tren terus menurun. Kita harus waspadai pilkada jangan sampai menjadi klaster penularan.”

Di NTB, pilkada akan berlangsung di tujuh kabupaten/kota. “Pada masa pandemi ini, kami minta pasangan calon memanfaatkan teknologi informasi atau melalui sosial media atau rapat umum secara virtual untuk memengaruhi pemilih,” tandas Sitti Rohmi.

Harapan serupa juga dilontarkan Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Anang Syarif Hidayat. Ia berjanji akan melakukan pengawasan ketat dalam setiap tahapan sehingga tidak muncul klaster baru dari pilkada.

Covid-19 juga memaksa sejumlah tokoh di daerah harus melupakan sementara waktu aktivitas sehari-harinya. Salah satunya ialah Wali Kota Jambi, Syarif Fasha. Ia harus menjalani isolasi di rumah sakit, meski kondisi tubuhnya kelihatan sehat. (WJ/RK/YR/RF/SL/MR/YH/JI/N-2)

BERITA TERKAIT