15 September 2020, 04:25 WIB

Stok Air Bersih masih Aman


BB/LD/YK/DW/N-3 | Nusantara

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menerbitkan surat keputusan menetapkan status siaga darurat kekeringan di wilayahnya yang berlaku pada 1 Agustus hingga 31 Oktober. Namun, sampai kemarin, sejumlah daerah mengaku kemarau belum berdampak pada bencana kekeringan.

“BPBD belum menerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. Itu indikasi bahwa air bersih di masyarakat masih aman,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Cianjur, Eka Widiaman, kemarin.

Namun, ia memastikan BPBD sudah menerapkan kondisi siaga menghadapi dampak kemarau. Selain menyiagakan personel, BPBD juga menyiapkan berbagai peralatan untuk menangani dampak kemarau.

Di Jawa Tengah, ada enam kabupaten dalam status siaga dan awas bencana ke­keringan. Status awas ada di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, karena sudah 65 hari tanpa hujan. “Status siaga berada di Losari, Brebes; Kroya, Cilacap; Juwana, Pati; dan Purwantoro, Wonogiri. Di Demak ada tiga kecamatan, yaitu Wedung, Mijen, dan Demak,” kata pengamat cuaca BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan.

Upaya mengatasi krisis air bersih di Lamongan, Jawa Timur, dilakukan dengan merangkul daerah tetangga, yakni Gresik dan Mojokerto. “Kami terhubung dengan Sistem Pelayanan Air Minum Mojokerto-Lamongan-Gresik sehingga suplai air bersih aman,” kata Direktur Perumda Air Minum Lamongan, Ali Mahfudi.

Di sisi lain, untuk mengurangi kejadian kebakaran hutan, Bupati Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Dodi Reza terus membangun sodetan, juga melakukan pendalaman dan pelebaran sungai. “Kami harus menjaga ketersediaan air tanah di lahan gambut dan terus melakukan pembasah­an.” (BB/LD/YK/DW/N-3)

BERITA TERKAIT