15 September 2020, 00:22 WIB

Sejumlah Kafe Di Sidoarjo Didenda Akibat Langgar Prokes


Heri Susetyo | Nusantara

SEJUMLAH kafe di Kabupaten Sidoarjo kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat  dirazia petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP di kawasan Pagerwojo, Senin malam (14/9).

Para pengelola kafe di pusat kota yang melanggar prokes tersebut menjalani sidang di tempat dan harus membayar denda. Nilai denda bervariasi paling sedikit Rp500 ribu, Rp1 juta, hingga Rp5 juta. 

Kafe yang tidak menerapkan prokes tersebut di antaranya tidak menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, tidak menjaga physical distancing ataupun peringatan bagi pengunjung agar menggunakan masker. Kebanyakan pelanggaran adalah tidak menjaga physical distancing yaitu tidak memberi tanda silang atau tanda larangan duduk di sejumlah kursi.

Rara Ayuningtyas,21, selaku pengelolah kafe mengaku sangat terkejut dengan razia yang digelar petugas. Sebagai pengelola kafe, dia mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi soal aturan prokes. 

"Saya kecewa, kafe saya didenda Rp5 juta, padahal kafe saya sudah dalam keadaan sepi. Padahal ada beberapa kafe lainnya yang kondisinya lebih ramai tetapi denda yang diberlakukan jumlahnya lebih sedikit," kata Rara. 

Selain pengelola kafe, sejumlah pengunjung kafe juga ada yang disidang di tempat karena mereka kedapatan tak mengenakan masker. Pengunjung yang tidak disiplin prokes ini pun didenda Rp150 ribu. 

Pelaksana Harian Bupati Sidoarjo Achmad Zaini menegaskan jika penegakan prokes ini akan dilakukan secara terus-menerus dengan jadwal yang mendadak. Maka dia berharap pengelola kafe maupun masyarakat tidak menganggap enteng disiplin prokes. 

"Kami minta masyarakat menjaga disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk pemilik kafe yang kedapatan melanggar protokol kesehatan juga diberikan hukuman sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020," kata Zaini. 

Perda tersebut adalah perubahan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dalam pasal 27 C perda tersebut, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp500 ribu, sementara untuk perusahaan maksimal Rp100 juta.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji yang ikut dalam razia tersebut menegaskan jika razia ini untuk memberi efek jera. Sebab disiplin prokes ini harus benar-benar diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Pemilik kafe harus menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, pemberian tanda silang pada tempat duduk dan juga memperingatkan kepada pengunjung yang datang supaya mereka mengenakan masker," kata Sumardji. (J-1)

BERITA TERKAIT