15 September 2020, 01:15 WIB

Le Classique Hadirkan Kejutan


Dero Iqbal Mahendra | Sepak Bola

LE Classique yang berlangsung kemarin WIB berakhir mengejutkan. Laga antara Paris Saint-German (PSG) dan Marseille dalam laga pekan ketiga Ligue 1 Prancis itu memunculkan lima kartu merah.

Striker PSG Neymar menjadi salah satu yang dikeluarkan dari lapangan. Akhirnya juga tidak disangka karena Marseille mampu membawa pulang poin penuh setelah melawan PSG untuk pertama kalinya sejak 2011.

Itu menjadikan Marseille memutus rentetan hasil tanpa kemenangan dalam 20 laga kontra PSG. Florian Thauvin menjadi pahlawan bagi Marseille di pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Paris.

Gol yang dia cetak di babak pertama itu menutup kekecewaan Marseille yang harus kehilangan dua pemain yang diusir wasit. Pelatih Marseille Andre Villas-Boas pun mengaku sangat gembira dengan kemenangan yang diraih skuadnya. 

“Ini kemenangan yang penting, bersejarah. Sangat bagus, pertandingan yang tangguh dan salah satu yang tersulit,” kata dia.

Pelatih asal Portugal itu kemudian mengomentari soal banyaknya kartu merah yang muncul di penghujung laga. Seperti diketahui, awal mula terjadinya kekisruhan ialah ulah Neymar yang merasa mendapat perlakuan rasial dari bek Marseille Alvaro Gonzales.

“Tidak ada tempat untuk rasial di sepak bola. Namun, saya rasa bukan itu masalahnya, tapi kami akan melihatnya lagi,” kata Villas-Boas.

Neymar menjadi pemain kelima yang dihadiahi kartu merah oleh wasit. Dia ketahuan memukul kepala Gonzales dari belakang. Dua rekannya yang diganjar kartu merah ialah Layvin Kurzawa dan Leandro Paredes. Lalu, dua pemain Marseille yang bernasib sama ialah Dario Benedetto dan Jordan Amavi.

Direktur Olahraga PSG Leonardo menilai Jerome Brisard, sang wasit, tidak memiliki pengalaman untuk memimpin pertandingan seperti kemarin. “Ada 14 kartu kuning dan lima kartu merah, itu berarti pertandingan sudah di luar kendali,” kata dia.

Namun, pelatih PSG Thomas Tuchel tidak terlalu memusingkan keputusan wasit. Dia bahkan menyatakan dirinya tidak marah. “Saya pikir kita harus memisahkan jika bicara soal penampilan dan hasil. Kami memainkan pertandingan yang bagus, saya senang dengan kualitas, mental, dan upaya pemain,” kata Tuchel.

“Saya katakan kepada para pemain, jika bisa seperti itu di pertandingan lainnya, kemenangan yang akan didapat,” tutup dia.


Pimpin klasemen

Valencia memuncaki klasemen Liga Spanyol selepas rangkaian pekan pembuka musim 2020/21 rampung digelar pada kemarin WIB.

Saat menjamu rival lokal, Levante, Valencia menang 4-2 yang ditentukan dua gol Manu Vallejo pada 20 menit terakhir pertandingan di stadion Mestalla. Agresivitas empat gol yang dicetak Valencia untuk sementara membuat mereka unggul dari Granada dan Osasuna yang masing-masing menang 2-0 atas lawan mereka di rangkaian pekan pembuka.

Raihan Valencia itu boleh dibilang cukup menggembirakan mengingat mereka mengawali tenor kepelatihan anyar Javi Gracia. Kendati demikian, tantangan jelas menanti Valencia sebab tim yang finis di empat besar klasemen musim lalu, yakni Atletico Madrid, Barcelona, Sevilla, dan tentunya juara bertahan Real Madrid, mendapati laga pekan pertama mereka ditunda.

Real Madrid akan mulai berkompetisi pada pekan kedua. Barcelona, Atletico Madrid, dan Sevila bermain pada pekan ketiga. (Ant/AFP/R-3)
 

BERITA TERKAIT