15 September 2020, 00:55 WIB

Trump Dikecam Terkait Kebakaran


MI | Internasional

PEJABAT di negara-negara bagian wilayah Barat Amerika Serikat menuduh Presiden Donald Trump meremehkan isu tentang perubahan iklim. 

Tudingan itu muncul setelah kebakaran ekstrem melanda negara itu dan menewaskan sedikitnya 35 orang. “Ini merupakan perubahan iklim, tapi pemerintah federal meremehkannya. Tolong ingat kata-katanya, sangat sederhana, pengelolaan hutan. Siapa pun yang tinggal di California akan terhina oleh itu. Bicaralah dengan petugas pemadam kebakaran jika Anda berpikir bahwa perubahan iklim tidak nyata. Ini bukan tentang pengelolaan atau penggalian hutan,” kata Wali Kota Los Angeles, Eric Garcetti.

Dia membalas komentar Trump tentang kebakaran yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Gubernur Negara Bagian Washington, Jay Inslee, juga mengecam langkah Trump yang dinilainya menyangkal isu perubahan iklim.

“Sangat menjengkelkan. Saat ini kami memiliki tantangan besar yaitu seluruh Pantai Barat terbakar, tapi Presiden menyangkalnya. Ini bukan hanya kebakaran hutan, ini adalah kerusakan iklim,” katanya.

Sebagian besar wilayah Barat AS kini masih tertutup kabut asap tebal. Portland kini lalu menjadi kota paling tercemar udaranya didunia menurut IQAir. Sebagian besar korban tinggal di California dan Oregon, tempat layanan darurat di dua negara bagian itu mencatat 34 kematian.

Lebih dari 30 ribu petugas pemadam kebakaran tengah berjuang melawan kobaran api. Para pejabat memperingatkan bahwa kebakaran dapat kembali memburuk karena tiupan angin. Trump sendiri berencana untuk bertemu dengan kepala layanan darurat California dan membahas upaya pemadaman kebakaran yang sudah menghanguskan lebih dari 2 juta hektare hutan itu.

Kamala Harris, calon wakil presiden dari Partai Demokrat, juga berencana mengunjungi wilayah tersebut. Dia sebelumnya menyebut Trump telah menyangkal buktibukti terkait pemicu kebakaran dan hubungannya dengan krisis iklim.

Harris lalu akan melanjutkan perjalanan ke California untuk menemui petugas pemadam kebakaran. (AFP/Van/X-11)

BERITA TERKAIT