14 September 2020, 21:43 WIB

Nekat Masuk Tol, Tujuh Pesepeda Terancam Pidana


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEPALA Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi Korlantas Polri Kompol Fitrisia Kamila Tasran memastikan tujuh pesepeda yang nekat masuk Tol Jagorawi pada Minggu (13/9) dikenakan sanksi pidana.

Para pesepeda itu melanggar Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan. Dalam pasal 63 ayat 6 dijelaskan bahwa 'Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang karena kelalaiannya memasuki jalan tol dikenakan dipidana.'

“Pelanggaran yang dilakukan oleh rombongan pesepeda tersebut akan dikenakan sangsi pidana berupa pidana kurungan selama 14 hari dan denda paling banyak Rp3 juta”, tegas Kamila dalam keteranganya, Jakarta, Senin (14/9).

Jasa Marga dan Pihak Kepolisian telah melakukan pertemuan dan sosialisasi kepada perwakilan pesepeda tersebut, mereka berkomitmen bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang kembali dan siap menerima konsekuensi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Baca juga : Pelaku UMKM Dapat Penguatan Permodalan dari Bank DKI

Kamila menegaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti menyebut tujuh pesepeda tersebut merupakan karyawan di sebuah perusahaan.

"Ada tujuh orang yaitu enam orang karyawan PT WM dan satu orang peserta lain. Berdasarkan pengakuan dari salah satu pesepeda tersebut, rombongan tidak melihat rambu-rambu dan tidak mengetahui bahwa jalan yang dilintasi adalah jalan tol," ujar Irra.

Temuan tersebut berdasarkan penelusuran dilakukan melalui pengecekan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di lajur, gerbang tol dan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Km 45 Jalan Tol Jagorawi, serta investigasi lanjutan. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT