14 September 2020, 19:05 WIB

Pelaku UMKM Dapat Penguatan Permodalan dari Bank DKI


Raja Suhud | Ekonomi

Bank DKI berkomitmen untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  melalui pemberian kredit kepada para pelaku usaha UMKM dan koperasi di Jakarta.

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi mengatakan pihaknya berterimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan RI yang telah mempercayakan Bank DKI untuk dapat berkontribusi dalam program percepatan PEN.  Bank DKI  memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di Jakarta. 

"Bank DKI berkomitmen untuk menyalurkan dana program percepatan PEN kepada sektor produktif terutama UMKM dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang terdampak Pandemi Covid-19. Kami ucapkan selamat dan sukses kegiatan penyerahan IUMK, akte pendirian koperasi dan penandatanganan akad kredit usaha," kata Babay dalam keterangan tertulisnya. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta  telah melakukan beberapa terobosan untuk memulihkan aktivitas ekonomi di ibu kota. Salah satunya, memulihkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor paling terdampak wabah Pandemi Covid-19.

Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Sri Haryati mengungkapkan, ada tiga hal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memulihkan sektor UMKM. Salah satunya adalah pemberian kredit pemula dan penyaluran dana percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Bank DKI.

"Untuk program pemberian kredit Monas Pemula, ada Monas 25 Jakpreneur dan penyaluran dana PEN oleh Bank DKI. Diharapkan, ini dapat memberikan manfaat kepada pelaku UMKM sebagai tambahan modal kerja maupun investasi," ujar Sri Haryati.

Selain penyaluran kredit, pihaknya juga melakukan relaksasi perizinan usaha mikro dan kecil. Hingga 8 September, ada 50.902 izin UMK yang telah diterbitkan dengan omset mencapai Rp 399 miliar. Pihaknya juga membidani pembentukan koperasi di kampung-kampung prioritas. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT